Hukum Tidak Shalat Berjamaah Bagi Pria Yang Menunggu Pengantin Wanita

HUKUM TIDAK SHALAT BERJAMAAH BAGI PRIA YANG MENUNGGU PENGANTIN WANITA
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Hafizhakumullah: apa pendapat Anda tentang pendapat sebagian ulama: (Orang yang menunggu pengantin wanita datang mendapat udzur meninggalkan shalat berjamaah)?
Jawaban:
Pendapat saya: bahwa pendapat ulama ada yang salah dan ada yang benar, sehingga yang wajib adalah kembali kepada al Quran dan hadits.
Kedua: ulama yang mengatakan pendapat ini hanyalah membicarakan tentang perkara yang dulu ada yaitu suamilah yang menyambut istri dan bukan istri yang menyambut suami. sehingga suami berada di rumah lalu istrinyalah yang datang kepadanya. Inilah keadaan yang mendapat udzur untuk tidak shalat berjamaah. Karena seorang suami sekiranya dia pergi shalat tentu hatinya menjadi sibuk memikirkannya. Padahal Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: Tidak ada shalat ketika makanan sudah disiapkan. Pernah sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhu ketika mendengar imam sedang membaca surat dalam shalat sedangkan dia sedang makan malam, tidak melakukan shalat hingga dia menyelesaikan makan. Lantas jika seseorang mendapat udzur tidak shalat berjamaah dalam kondisi ini, maka orang yang menunggu pengantin wanita tentunya lebih tersibukkan dan udzurnya jelas.
Akan tetapi kebiasaan orang pada hari ini berbeda dengan kebiasaan yang dulu. Di kalangan kita suamilah yang datang kepada istri di tempatnya.
Jadi, urusan berada di tangan suami sehingga suami tidak mendapat udzur meninggalkan shalat berjamaah.
http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=1151
http://t.me/ukhwh
03/07/2017
* حفظكم الله : ما رأيكم في قول بعض العلماء : ( يعذر بترك الجماعة من ينتظر زف المرأة إليه ) ؟
رأينا : أن أقوال العلماء يكون فيها الخطأ ويكون فيها الصواب ، والواجب الرجوع إلى الكتاب والسنة .
ثانيا : أن الذين قالوا هذا من العلماء إنما يتحدثون عن أمر كانوا عليه ، وهو أن الرجل هو الذي يستقبل الزوجة وليست الزوجة هي التي تستقبل الرجل ، فيكون الرجل في بيته وتزف إليه امرأته ، وهذا يعذر بترك الجماعة ، لأنه لو ذهب وصلى الجماعة لكان قلبه مشغولا ، وإذا كان النبي صلى الله عليه وسلم قال ( لا صلاة بحضرة طعام ) (42)وكان بن عمر رضى الله عنهما يسمع الإمام يقرأ وهو يتعشى لا يقوم للصلاة حتى يكمل ، فإذا كان الرجل يعذر بترك الجماعة في هذه الحال فالذي ينتظر زف الزوجة إليه أشد شغلا والعذر واضح ، لكن عادة الناس اليوم على خلاف ذلك عندنا فالزوج هو يأتي إلى الزوجة في مكانها ، والأمر بيده فلا يعذر بترك الجماعة .

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim