Tidak Dipersyaratkan Berurutan Pada Puasa Enam Hari Syawal

TIDAK DIPERSYARATKAN BERURUTAN PADA PUASA ENAM HARI SYAWAL
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
Soal:
هل يلزم في صيام الست من شوال أن تكون متتابعة أم لا بأس من صيامها متفرقة خلال الشهر ؟ 
Apakah mesti pada puasa enam hari bulan syawal untuk dikerjakan berturut-turut, ataukah tidak mengapa berpuasanya berpisah-pisah diantara bulan syawal?
Jawaban:
صيام ست من شوال سنة ثابتة عن رسول الله صلى الله  عليه وسلم ، ويجوز صيامها متتابعة ومتفرقة ؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم أطلق صيامها ولم يذكر تتابعا ولا تفريقا
Berpuasa enam hari pada bulan Syawal itu telah tetap dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Dan boleh berpuasanya berturut-turut dan berpisah-pisah, karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam itu memutlakkan puasanya. Beliau tidak menyebutkan secara berturut-turut, tidak pula terpisah-pisah.
Sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر  
”Barang siapa yang berpuasa bulan Ramadhan kemudian mengiringkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama setahun.” (Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya).
 وبالله التوفيق
Sumber || http://bit.ly/2tKQwN2
Kunjungi || http://bit.ly/2tKOLzF
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
26/06/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim