Syarat-Syarat Itikaf

SYARAT-SYARAT ITIKAF
Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah
● Yang pertama:
النية وذلك لأنه عبادة فهو مفتقر إلى النية كسائر العبادات
Niat, yang demikian itu karena itikaf itu adalah ibadah, maka ia membutuhkan niat seperti ibadah yang lainnya, butuh kepada niat, karena Nabi shallalllahu’alaihi wasalam bersabda:
((إِنَّما الأَعْمَالُ بالنِّيَّات))
“Sesungguhnya amalan itu harus dengan niat-niat.”
● Syarat kedua:
الإسلام فلا يصح الاعتكاف من كافر كفرًا أصليًا أو ارتد - عياذًا بالله - من ذلك، لو ارتد بطل اعتكافه فلا يصح الاعتكاف من كافر كفرًا أصليًا أو طارئًا كأن يكون ارتد - نعوذ بالله - من ذلك
Islam, maka itikaf tidak sah dari orang kafir, baik kafir asli atau kafir murtad, kita berlindung kepada Allah darinya. Seandainya seorang itu murtad batallah itikafnya, maka tidak sah itikaf dari orang kafir, baik kufur yang asli ataupun kufur muncul belakangan, seperti murtad, kita berlindung kepada Allah darinya.
Hal ini berdasarkan firman Allah :
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ [ الأنعام 88
“Kalau seandainya mereka berbuat syirik, niscaya akan terhapus segala apa yh mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 88)
● Syarat ketiga:
العقل، فلا يصح الاعتكاف من مجنون لفقده النية، والأعمال بالنيات والمجنون لا نية له ولا قصد فلابد من هذا. 
Berakal, maka itikaf tidak sah dari orang gila karena tidak adanya niat, dalam keadaan amalan itu butuh niat, dan orang gila tidak memiliki niat, tidak pula maksud. Maka harus dengan ini (berakal).
● Syarat keempat:
التمييز، الشرط الرابع في الاعتكاف وصحته أن يكون من مميز أقل شيء
At-Tamyiiz, syarat keempat dalam itikaf dan sahnya itikaf adalah mesti dilakukan oleh seorang yang mumayyiz paling sedikitnya.
● Syarat kelima:
عدم ما يوجب الغسل من جنابة، وحيضٍ، ونفاس يعني ما تعتكف الحائض ولا النفساء ولا الجنب يغتسل ثم يدخل والحائض والنفساء إذا طهرتا اغتسلتا ثم دخلتا المسجد
Tidak adanya perkara yang mewajibkan mandi seperti janabah, haid dan nifas. Yakni seorang yang haid, nifas dan junub itu tidak boleh beritikaf. Ia mesti mandi dulu lalu masuk (masjid). Dan wanita nifas dan haid jika keduanya telah suci dan mandi maka keduanya bisa masuk masjid.
● Syarat keenam:
عدم ما يوجب الغسل من جنابة، وحيضٍ، ونفاس يعني ما تعتكف الحائض ولا النفساء ولا الجنب يغتسل ثم يدخل والحائض والنفساء إذا طهرتا اغتسلتا ثم دخلتا المسجد
Bagi itikaf itu mesti ada masjidnya. Itikaf harus dikerjakan di masjid, yg demikian itu berdasarkan firman-Nya Tabaaraka wa Ta’ala :
ولا تباشِروهنّ وأنْتمْ عاكِفون فِي الْمساجِدِ  [ البقرة:187
“Dan janganlah kalian menggauli mereka (isteri-isteri kalian) dalam keadaan kalian sedang beritikaf di masjid-masjid.” (QS. Al-Baqarah 187)
Sumber || http://bit.ly/2s93Has
Kunjungi || http://bit.ly/2s8tWxO
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
14/06/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim