Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Kelompok Al Ikhwanul Muslimun Dan Hizbut Tahrir

SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP KELOMPOK AL IKHWANUL MUSLIMUN DAN HIZBUT TAHRIR
Pertanyaan : Apa sikap Ahlus Sunnah Wal Jama'ah terhadap Al Ikhwanul Muslimun dan Hizbut Tahrir ? Jelaskan kepada kami penyimpangan mereka !
Syaikh Al 'Allamah Muqbil Bin Hadi Al Wadi'i رحمه اللّٰه menjawab :
Sikap Ahlus Sunnah Wal Jama'ah terhadap Al Ikhwanul Muslimun adalah menghukumi manhaj mereka sebagai manhaj mubtada', dan menghukumi individu-individu mereka dengan hukum sebagai berikut :
-Barangsiapa yang mengetahui manhaj mereka dan ia terus berpegangan dengannya maka ia mubtadi'.
-Barangsiapa yang tidak mengetahui manhaj mereka dan ia menyangka bahwa ia dengan bergabung dengan mereka berarti ia telah menolong islam dan kaum muslimin maka ia teranggap bersalah.
Dan asal-muasal dakwah Al Ikhwanul Muslimun ialah dakwah yang mengajak pada peribadatan kepada kuburan sebagaimana hal ini telah disebutkan oleh saudara (Ahmad) Asy Syihhi dalam risalahnya yang berjudul "Hiwar Hadi' Ma'a Ikhwani" dan risalah tersebut merupakan risalah yang berharga.
Penulis menyebutkan bahwa Hasan Al Banna (pendiri kelompok Al Ikhwanul Muslimun) pernah melakukan thawaf mengelilingi kuburan dan pernah menghadiri acara maulid.
Dan ada yang menyebutkan bahwa Hasan Al Banna berkeinginan untuk mengumpulkan massa dan mengumpulkan antara perkara-perkara yang saling bertentangan. Dia mengatakan pada sebagian risalahnya : "Dakwah kami adalah dakwah salafiyyah shufiyyah".
Bagaimana mungkin ini bisa ?! padahal shufiyyah menjauh dari salafiyyah.
Sungguh aku pernah membaca bahwa sekretaris khusus Hasan Al Banna adalah orang nashrani.
Dan disana ada kitab bagus dengan judul "At Tarikhus Sirri Lil Ikhwanil Muslimin" karya Ali Al 'Ismawy aku nasehatkan untuk membacanya.
Maka dakwah Al Ikhwanul Muslimun teranggap membahayakan dakwah; dikarenakan musuh terbesar baginya adalah Ahlus Sunnah.
Mereka bekerja sama dengan Komunis, Partai Ba'tsi, An Nushairy, Sekuler dan kaum Rofidhah namun mereka tidak mungkin bekerja sama dengan Sunni dikarenakan Sunni membahayakan menurut mereka.
Sebagian mereka mengatakan : "Seandainya kami memiliki kekuatan niscaya kami akan mulai membinasakan kalian wahai ahlus sunnah sebelum kaum komunis".
Bukti atas hal ini adalah apa yang menimpa penduduk Kanar di Afganistan yaitu Asy Syaikh Jamilurrohman rahimahullah dan orang-orang yang bersamanya di Kanar, mereka (Al Ikhwanul Muslimun) menghancurkan dakwah di Kanar dan menyembelih orang-orangnya...
Adapun Hizbut Tahrir maka ia merupakan kelompok menyimpang dan sesat dalam hal aqidah, menghalalkan perkara-perkara harom seperti berjabat tangan dengan perempuan (ajnabi) dan memiliki keinginan kuat untuk meraih kekuasaan.
Maka kelompok ini lebih jelek dari kelompok Al Ikhwanul Muflisun sehingga wajib menjauh darinya.
Sumber : Tuhfatul mujib hal.203-204.
==========================
telegram.me/dinulqoyyim
18/06/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim