Hukum Menelan Ludah Dan Dahak Ketika Berpuasa

HUKUM MENELAN LUDAH DAN DAHAK KETIKA BERPUASA
Asy Syaikh Abdullah Bin Muhammad Husain An Najmy حفظه الله berkata :
"يجوز ابتلاع الريق ولكن يكره جمعه وابتلاعه، وأما النخاعة إذا وصلت الفم فعليه عدم ابتلاعها سواء كانت من الجوف أو الصدر أو الدماغ كما نص على ذلك بعض فقهاء الحنابلة وهذا ما رجحه العلامة ابن باز رحمه اللّٰه".
"Diperbolehkan menelan air ludah namun dimakruhkan mengumpulkannya lalu menelannya, adapun dahak (lendir) apabila sampai ke mulut maka wajib baginya untuk tidak menelannya baik dahak (lendir) tersebut dari tenggorokan atau dada atau otak sebagaimana hal ini disebutkan oleh sebagian Fuqaha Al Hanabilah dan ini merupakan pendapat yang dikuatkan oleh Al 'Allamah Ibnu Baaz rahimahullah dengan ucapannya :
"هذه -يعني النخاعة- يجب على الرجل والمرأة بصقها وإخراجها وعدم ابتلاعها".
"Dahak ini wajib bagi laki-laki dan perempuan untuk meludahkannya dan mengeluarkannya dan tidak menelannya".
Sumber : Sab'una mas-alah muhimmah Fish Shiyam hal. 8
==========================
telegram.me/dinulqoyyim
18/06/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim