Habib Rizieq Ingin Dielu-Elukan Bak Khumaini (Revolusi Syiah Khomeiniyah Berlumur Darah, 30 Ribu Tahanan politik Iran Dibantai Atas Dasar Fatwa Kematian Khomeini)

Tukpencarialhaq:
TIRAI ITU KINI TELAH TERSINGKAP :: EH TERNYATA... INGIN DIELU-ELUKAN BAK  KHUMAINI SI IMAM BESAR REVOLUSI SYIAH IRAN YANG PULANG DARI PENGASINGAN (02)
(Revolusi Syiah Khomeiniyah Berlumur Darah, 30 Ribu Tahanan politik Iran Dibantai Atas Dasar Fatwa Kematian Khomeini) 

Pada musim panas 1988, rezim Iran secara sewenang-wenang telah mengeksekusi puluhan ribu tahanan politik yang dipenjarakan di seluruh Iran.
Rezim Iran tidak pernah mengakui eksekusi ini, atau memberikan informasi berapa banyak tahanan yang mereka bunuh.
Sebagian besar yang dieksekusi adalah yang sedang menjalani hukuman penjara karena kegiatan politik mereka atau sudah menyelesaikan hukuman namun tetap dipenjara.
Beberapa dari mereka sebelumnya telah dipenjara dan dibebaskan, namun kembali ditangkap dan dieksekusi selama pembantaian tersebut.
Gelombang pembantaian tahanan politik dimulai pada akhir Juli dan terus berlanjut selama beberapa bulan.
Pada saat pembantaian ini berhenti, sekitar 30.000 tahanan politik, yang sebagian besar adalah aktivis People's Mojahedin Organization of Iran (PMOI/MEK), Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI / MEK) telah dibantai.

 
Gambar 1. Sebuah situs makam massal dari tahanan politik korban pembantaian 1998
Fatwa Kematian Khomeini, Dasar Hukum Eksekusi Massal Terhadap Tahanan 1988
Pada fase akhir perang Iran-Irak, Khomeini merasa kekalahan sudah dekat sehingga dia memutuskan untuk melancarkan pembalasannya kepada para tahanan politik. Dia mengeluarkan Fatwa yang memerintahkan pembantaian terhadap siapa saja yang tidak bertobat dan tidak mau berkolaborasi sepenuhnya dengan rezim Khomeini.
Pembantaianpun dimulai dan ratusan tahanan politik setiap hari digantung dan mayat mereka dikuburkan dengan cepat di kuburan-kuburan massal di kota-kota besar, khususnya di Teheran.
Khomeini memutuskan: "Siapapun yang pada tahap apapun tetap menjadi anggota Munafikin (PMOI/MEK) harus dihukum mati, musnahkan segera musuh-musuh Islam."
Dia menambahkan: "... Mereka yang berada di penjara di seluruh negeri dan tetap teguh mendukung mereka,  yaitu MEK/PMOI yang mengobarkan peperangan melawan Allah dan karena itulah mereka dieksekusi ... suatu yang naif jika menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang memerangi Allah."

 
Gambar 2. "Fatwa Kematian Khomeini" sebagai dasar hukum eksekusi massal terhadap puluhan ribu tahanan politik Iran pada tahun 1988.

"Komisi Kematian" Pembantaian Tahanan Politik Tahun 1988

Khomeini menugaskan sebuah "Komisi Amnesti" untuk penjara. Pada kenyataannya itu adalah "Komisi Kematian" yang terdiri dari tiga orang: Seorang wakil dari Kementerian Intelijen, seorang hakim agama dan seorang jaksa. Keputusan terakhir ada di pejabat Kementerian Intelijen.
Mereka mengadakan persidangan selama beberapa menit yang lebih menyerupai sebuah sesi interogasi.
Pertanyaan-pertanyaan difokuskan pada apakah narapidana memiliki kesetiaan kepada PMOI/MEK. Tahanan PMOI lebih dari 90 persen dari narapidana yang ditahan tersebut. Jika para tahanan tidak bersedia untuk berkolaborasi sepenuhnya dengan rezim melawan MEK, maka itu dipandang sebagai bukti tanda simpati terhadap organisasi dan hukuman eksekusi segera dilaksanakan.
Tugas Komisi Kematian adalah untuk menentukan apakah seorang tahanan adalah musuh Allah atau bukan. Dalam kasus tahanan Mojahidin, keputusan tersebut sering dilakukan setelah hanya dilontarkan satu pertanyaan tentang afiliasi partai mereka. Mereka yang mengatakan "Mojahidin"  langsung dikirim untuk digantung. 

 
Gambar 3. Lima anggota Komisi Kematian

Penerus Tahta Khomeini Memprotes Sikap Keterburu-buruan Eksekusi Tahanan Pada Pembantaian 1988

Tergesa-gesa untuk mengeksekusi adalah sikap sangat menjijikkan bagi beberapa orang paling terdekat Khomeini, yang paling terkenal adalah Hossein Ali Montazeri.  Penerus Khomeini in I tidak mentolerir dan memprotesnya.
Dalam suratnya kepada Khomeini, Montazeri mendesak agar Ada sedikit kelonggaran dan tidak terburu-buru. Tetapi Khomeini memerintahkan agar tidak ada belas kasihan kepada siapa pun, termasuk remaja. Khomeini juga mengatakan bahwa wanita hamil tidak boleh luput atau bahkan diberi kesempatan untuk melahirkan anak mereka dan harus dieksekusi dengan segera.
Pada bulan Desember 2000, Hossein-Ali Montazeri, seorang ulama yang telah ditunjuk sebagai penerus tahta Khomeini selama 10 tahun, menerbitkan memoarnya. Buku tersebut mengungkapkan dokumen mengejutkan tentang kekejaman yang dilakukan oleh rezim "ulama (syiah), tidak ada yang lebih mengerika daripada pembantaian terhadap 30.000 tahanan politik pada tahun 1988 atas perintah Khomeini!!
Buku Montazeri bukanlah dokumen pertama yang menginformasikan kepada dunia tentang pembantaian ini. Berita tentang pembantaian itu sudah mulai menetes melalui tirai besi penyensoran yang diberlakukan oleh para Mullah untuk memastikan pemadaman sepenuhnya atas kejahatan mereka.

 
Gambar 4. Teks surat Montazeri kepada Khomeini pada tanggal 31 Juli 1988, mengeluh bahwa eksekusi massal tahanan Mojahedin (PMOI / MEK) hanya akan meningkatkan legitimasi dan daya tarik populer mereka.

Khomeini Mengharuskan Ketundukan Total Bagi Para Pejabat Rezim Syiahnya

Siapapun orangnya di rezim Khomeini pada saat itu yang memiliki simpati atas terjadinya pembantaian ini maka mereka akan dipecat atau dibuang.
Ayatollah Montazeri, yang memprotes pembantaian tersebut dijatuhkan tanpa belas kasihan Khomeini dan dipecat pada bulan Maret 1989.
Pada bulan Desember 2000 Montazaeri menerbitkan memoarnya dan mengungkapkan dokumen yang mengejutkan mengenai pembantaian tersebut. Yang memberikan bobot pada pengungkapannya adalah bahwa memoar ini dibuat oleh seorang pria yang pada saat terjadinya eksekusi pembantaian, dia (Montazeri) adalah penerus resmi Khomeini dan pemegang otoritas tertinggi kedua di negeri Syiah Iran. Namun ketika terjadi pembantaian terhadap para tahanan politik, Khomeini tidak menunjukkan belas kasihan sedikitpun atas ketidaksetujuan Montazeri.

Peran Vital Hassan Rouhani Pada Pembantaian Tahanan Politik Tahun 1988

Hassan Rouhani adalah Wakil Panglima Angkatan Bersenjata rezim saat itu. Sebenarnya sejak tahun 1982 dia adalah anggota Dewan Pertahanan Tertinggi rezim dan anggota Dewan Pusat Markas Besar Logistik Perang.
Di posisi tersebut, dia sepenuhnya sadar akan kejahatan mengerikan ini dan jelas dalam ketundukan yang penuh.
Itu jelas menunjukkan bahwa gagasan Rouhani sebagai pemikiran moderat dan reformis benar-benar tidak masuk akal dan tidak berdasar. Sebenarnya diapun seperti semua pejabat senior rezim lainnya sebagai pelaku kejahatan mengerikan ini.
http://www.ncr-iran.org/en/1988-massacre-of-political-prisoners-in-iran
Jadi inilah Dajjal Syiah Rafidhah Khomeini, Imam Besar Revolusi Iran,  pemberi Fatwa Kematian,  pembantaian terhadap 30.000 tahanan politiknya yang mereka notabene adalah rakyat Iran sendiri yang disingkap sendiri kejahatan biadabnya oleh penerus tahtanya sendiri. Maka berbahagialah wahai The Little Khomeini yang ingin disambut bak Khomeini sepulang dari pengasingannya!!

Nukilan:
Sugito menambahkan, Rizieq berharap kepulangannya akan disambut seperti pemimpin tertinggi Syiah waktu itu, Ayatollah Khomeini ketika kembali dari pengasingan ke Teheran pada 1979.
"Bahwa kepulangan beliau itu berharap seperti penyambutan Ayatollah Khomeini ketika pulang dari Prancis ke Teheran ketika Revolusi Iran." -selesai penukilan-
Sumber || https://m.detik.com/news/bbc-world/d-3516094/akan-pulang-habib-rizieq-berharap-disambut-seperti-khomeini
Sesungguhnya kami tidak peduli apapun nama revolusi anda, revolusi hitam, revolusi kuning, revolusi putih, abu-abu ataupun yang lainnya, apalagi setelah dikumandangkan bau meneladani Khomeini Dan revolusi Syiah Irannya.
Tetapi yang kami ketahui dengan yakin adalah Khomeini memerangi Islam,  memerangi kaum Muslimin,  bahwa Baginda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tidaklah pernah mengajari Revolusi!! Keamanan,  ketenteraman,  Ibadah dengan baik, adzan bebas berkumandang,  masjid penuh diisi,  hendak diganti dengan darah mengalir, kehormatan terenggut, harga diri tercabik, keamanan sirna, kekacauan, huru hara, sesama Muslim dibenturkan, rakyatnya, polisinya, tentaranya bukankah mayoritasnya adalah muslim?....duhai.....wallahul musta'an.

#habibriziq #khumaini #Khomeini #Iran #revolusi #hujatsahabat #ahok_penista_quran #khumaini_hujat_sahabatNabi #syiah #rafidhah #binasa #kufur
⚔Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Klik ➡JOIN⬅ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
04/06/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim