Berbuka Berdasarkan Adzan Masjid Ataukah Adzan Radio

BERBUKA BERDASARKAN ADZAN MASJID ATAUKAH ADZAN RADIO
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan: Orang yang berpuasa apakah berbuka mengikuti adzan muadzin ataukah mengikuti adzan radio?
Jawaban: Jika muadzin mengumandangkan adzan karena menyaksikan matahari (telah terbenam -pent) dan dia orang yang terpercaya, maka kita mengikuti adzan muadzin, karena adzan yang dia lakukan berdasarkan sesuatu yang terjadi dan bisa ditangkap dengan indra, yaitu menyaksikan terbenamnya matahari.
Adapun jika muadzin tersebut mengumandangkan adzan berdasarkan jam dan dia tidak melihat matahari, maka menurut dugaan kuat bahwasanya adzan dari penyiar radio lebih dekat kepada kebenaran, karena jam (yang dimiliki manusia -pent) bisa saja tidak seragam, sehingga mengikuti penyiar radio lebih utama dan selamat.
Sumber || Majmu’ul Fatawa, jilid 19 hlm. 333-334
Kunjungi || http://bit.ly/2s9uhlL
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
11/06/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim