Apakah Puasa Syawal Harus Dikerjakan Langsung Setelah Bulan Ramadhan Selepas ‘Ied?

APAKAH PUASA SYAWAL HARUS DIKERJAKAN LANGSUNG SETELAH BULAN RAMADHAN SELEPAS ‘IED?
● Pertanyaan keempat dari fatwa no 3475
Pertanyaan:
هل صيام الأيام الستة تلزم بعد شهر رمضان عقب يوم العيد مباشرة أو يجوز بعد العيد بعدة أيام  متتالية  في شهر شوال أو لا؟
Apakah puasa enam hari (syawal) itu harus dikerjakan setelah ramadan setelah iedul fitri secara langsung atau boleh beberapa hari setelah ied, berurutan di bulan syawal atau tidak?
Jawaban:
لا يلزمه أن يصومها بعد عيد الفطر مباشرة، بل يجوز أن  يبدأ صومها بعد العيد بيوم أو أيام، وأن يصومها متتالية أو متفرقة في شهر شوال حسب ما يتيسر له، والأمر في ذلك واسع، وليست فريضة بل هي سنة
Tidak harus berpuasanya setelah iedul fitri secara langsung, bahkan boleh baginya berpuasa (syawal ) satu hari atau beberapa hari setelah ied. Dan boleh baginya berpuasa nya secara berturut-turut ataupun secara terpisah-pisah di bulan syawal sesuai dengan apa yang mudah baginya, perkara ini ada kelapangan. Dan hukumnya sunnah tidak wajib.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Hanya Allahlah tempat memohon taufik. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad , keluarga beliau dan sahabat beliau.
[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah].
Sumber || http://bit.ly/2rPOmdF
Kunjungi || http://bit.ly/2rQ1rny
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
26/06/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim