Musafir yang Tidak Berpuasa Tiba Di Daerah Asalnya di Siang Hari Ramadhan, Apakah Ia Menahan Dari Makan Dan Minum?

#Silsilah_Fatawa_Ash_Shiyam_15
Pertanyaan : Seorang musafir yang tidak berpuasa kemudian tiba di daerah asalnya di siang hari (Ramadhan); apakah ia menahan dari makan dan minum?
Jawaban Asy Syaikh Dr. Muhammad Bin Hadi Al Madkhaly حفظه الله :
"يمسك ولا يفطر أمام الناس، وإذا كان أراد اﻷكل فطائفة من أهل العلم تقول يأكل خفية، ولا يظهر ذلك أمام الناس، ولكن اﻷحسن له أن يمسك".
"Dia menahan dari makan dan minum dan tidak berbuka di hadapan manusia. Apabila ia ingin makan maka sekelompok dari kalangan para ulama menyatakan bahwa ia makan secara sembunyi-sembunyi dan tidak menampakkannya di hadapan manusia namun yang lebih baik baginya untuk menahan dari makan dan minum".
Sumber : http://telegram.me/Miraathalanbeyaa

telegram.me/dinulqoyyim
30/05/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim