Menelisik Jejak Si Takfiri Aman Abdurrahman (ex-Imam Tetap Masjid al-Sofwa Jakarta), Guru 2 Bomber Bunuhdiri Teroris Khawarij di Kampung Melayu Jakarta

Menelisik Jejak Si Takfiri Aman Abdurrahman (ex-Imam Tetap Masjid al-Sofwa Jakarta), Guru 2 Bomber Bunuhdiri Teroris Khawarij di Kampung Melayu Jakarta
(️Bukti Nyata Bahwa Salafiyun Telah Lama Memperingatkan Umat Dari Bahaya Kelompok Jaringan Teroris Radikal Khawarij)

Nukilan:
Terungkap! Pelaku Bom Kampung Melayu Minta Restu ke Nusakambangan
*Polisi sudah berhasil menguak identitas dua pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu.*
*Yakni, Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukir, keduanya merupakan murid dari gembong kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah Aman Abdurrahman.*
*Bahkan, diketahui menjenguk Aman di Nusakambangan, dua minggu sebelum melakukan aksi teror.....*
*Aman diketahui menjadi pemimpin ideologis dari JAD, dia juga yang memberikan instruksi di balik aksi teror Thamrin.*
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul mengakui bahwa dari barang bukti yang ditemukan, seperti serpihan panci aluminium, kabel swicth, paku dan sisa bahan peledak, maka sangat mirip dengan bom yang selama ini dibuat kelompok JAD. "Modusnya juga sama dengan kelompok yang dipimpin Aman Abdurrahman," paparnya.

Sekilas Sejarah Al-Sofwa

(Data & Fakta Tuk Membungkam Centeng Hizbi Al-Sofwa,  Abu Haidar As-Sundawi)
Seorang kewarganegaraan Saudi dari kota Unaizah bernama Muhammad bin Ibrahim Al Khalaf, sekitar tahun 1990 mendirikan Yayasan Al Sofwa. Muhammad Khalaf berhubungan erat dengan yayasan Al Muntada Al Islami yang didirikan tahun 1985 di Inggris. Muhammad Khalaf menggandeng Abu Bakar M Altway, lulusan LIPIA, lantas berkumpul dengan Abdul Hakim Abdat dan Yazid Jawwas dll juga sepakat mendukung, sehingga tanggal 29 November 1992, yayasan Muntada Al Islami tersebut dibentuk. Namun entah kenapa yayasan tersebut diubah namanya oleh Muhammad Khalaf menjadi Al Sofwa. Sehingga kini tidak mirip dengan nama Al Muntada Al Islami di Birmingham, yang Muhammad Surur Nayef Zainal Abidin berperan disana.
Tersebut nama pembela yayasan Al Sofwa dalam rekamannya sekitar th 2004, “Saya merasa, saya paling tahu tentang assofwah, dari siapapun…”, katanya. “Jadi kalau ada yang menuduh assofwah, coba dikonfrontir dengan saya, saya lebih tahu tentang assofwah daripada yang lainnya.”, ujar Abu Haidar. “Jadi kalau umpamanya yayasan assofwah banyak diduduki oleh orang-orang hizby, tidak benar…”[1] tegas Abu Haidar bersemangat.
Baiklah, ini yang kita tahu tentang Al Sofwa dari sumber situsnya sendiri, yang tentunya anda tahu persis siapa saja mereka bukan ? Berikut kutipan dari makalah “Bukti-bukti keterkaitan jaringan Al Sofwa, At Turots, Ikhwani, dkk“. Info dalam kurung, tambahan dari penulis:
“Yayasan Al Sofwa alias Muntada Al Islami yang berpusat di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, didirikan oleh Muhammad Ibn Ibrahim Al Kholaf ini banyak berhubungan dengan organisasi lain seperti Al Haramain Al Khairiyyah/Al Haramain Foundation maktab Indonesia, International Islamic Relief Organization/IIRO/Hai’atul Ighotsah. Nama-nama petingginya diantaranya Abu Bakar Ibn Muhammad Altway, Lc (Direktur Al Sofwa), *Aman Abdurrahman, Lc (Imam Tetap Masjid Al Sofwa) yang belakangan di penjara di Sukamiskin*, Bandung karena ledakan bom di rumahnya Cimanggis, Abu Muhammad Ibn Shadiq (ketua Divisi Litbang, staf Dept. Dakwah), Harun Rasyid (alumni program Takmili, LIPIA Jakarta, ketua DKM Dewan Keluarga Masjid Masjid Jami’ Al Sofwa), Heru Sunoto, A.KS (Departemen Dakwah Al Sofwa, Pemegang Amanah SIWAKZ Al Sofwa), Kholif Muttaqin (penanggung jawab Masjid Jami’ Al Sofwa), Miftahurrahman Majidi (Da’i ALSOFWA, Alumni Ponpes Al-Furqan Gresik, dan D-1 LIPIA Jakarta), Mujahid Aslam, S.Pd.I (div Penggalangan Dana), Musthafa Aini, Lc (ketua Dept. Dakwah), Drs. Abu Hudzaifah Suroso Abdussalam, MPd (alumni IKIP Jakarta, ketua Divisi Pendidikan), Zainal Abidin Ibn Syamsuddin, Lc (Wakil ketua Dept Dakwah).

Persaksian Al-Ustadz Muhammad As-Sewed Hafizhahullah

Dan yayasan Al-Muntada London ini membuka cabang di Indonesia, dan ini tidak pakai sanad lagi, dan saya langsung diajak untuk medirikannya, dan pada saat itu saya tidak tahu apa-apa sama sekali nggak ngerti. Karena seperti biasa mengaku Salaf, saya tidak pernah denger yang namanya Al-Muntada sama sekali, wala di London wala di indonesia wala dimanapun, ana gak paham makanan apa itu, gak tau. Orangnya “kita, da’wah Salafiyah di Indonesia perlu dikasi dukungan dan sebagainya, kita perlu bikin yayasan dana bantuan untuk membantu Salafiyin”, untuk membantu Salafiyin, toyyib kita bikin, saya termasuk pendirinya. Namanya Al-Muntada, persis sama dengan apa yang di London jadi jangan pura-pura, saksinya masih hidup sampai sekarang.
Kemudian dalam keadaan saya masih di situ, mereka ganti menjadi Al-Sofwa, lho kok diganti Al-Sofwa padahal saya gak pernah ikut rapat dan sebagainya. “Tidak, mereka minta ganti nama”, selalu setiap ada keputusan “apa kita tidak bisa punya pendapat?” padahal kita pendiri waktu itu, tetapi semua keputusan Muhammad Kholaf yang bilang “mereka…, mereka….” Atau dia istilahkan dengan “Ashabi…, ashabi….”. “Sahabat-sahabatku minta begini, sahabat-sahabatku minta begini…”, Siapa? Saya berfikir berarti ini ada atasannya, berarti ini adalah cabang dari sana.
Peringatan Asy-Syaikh Rabi' hafizhahullah Terhadap Al-Sofwa
Sampai kemudian saya datang kepada Syaikh Rabi’, waktu saya tugas di Qosim di Unaizah saya ada kesempatan ke Madinah mampir saya ke tempat Syaikh Rabi’ tanya langsung tentang Al-Sofwah, Dulunya namanya Al-Muntada, ” Ah…, Al Muntada?”, “Ya, terus ganti dengan Al-Sofwah” . “Al-Muntada sama dengan yang di London?”. “Na’am, ya syaikh, katanya begini dan begini”, saya terangkan,”Kalau itu betul dari mereka, lihat nanti, mereka akan menjadi penghalang pertama dakwah Salafiyyah. dan saya tidak ke sana lagi selamanya abadan, abidiina.
....
Dan itu terang-terangan, bundelnya Al-Bayan (Majalah resmi Sururiyah,  peny.)  di Al-Sofwa itu lengkap dan disebarkan di seluruh Indonesia, termasuk ke Solo ke grupnya Ahmas Faiz dan grupnya Abu Nida’ termasuk yang dikirimi. Entah itu apakah masih berlanjut, karena saya tidak tahu, ataukah tidak.
Kemudian ternyata mereka juga membantu dana kepada segala macam Ahlul bid’ah, termasuk Ngruki (Al-Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba’asyir-peny). Ngruki yang jelas-jelas seperti itu yakni pemikirannya, pemikiran NII (Negara Islam Indonesia, peny.), kalaupun apakah asli ataukah pecahan saya nggak tahu, pokoknya pemikirannya seperti itu, pemikiran Khawarij, KGB, Khawarij Gaya Baru, itu dibantu, sampai kita tegur waktu itu.
Itu dalam keadaan masih kita tegur oleh kita, apalagi ketika sudah di boikot, sudah ditahdzir mungkin tambah bebas mereka. Dengan alasan ” O.. tidak, kita tidak menyumbang gerakannya mereka, kita hanya menyumbang kitab. Jadi menyumbang kitab itu supaya mereka baca kitab”.
Ternyata ketika ada seorang yang ke sana (Al-Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba’asyir-peny) , ada gedung baru, gedung perpustakaan bertingkat, gedung besar, tanya : “Ini dibangun dari mana dananya?”, “Anu… dikasih sama Al-Sofwah”. Ternyata bukan buku tapi dikasih betul-betul berupa gedung yang alasannya buat perpustakaan. Ini juga dari kedustaan dia, membangun masjidnya ahlul bid’ah, banyak ya…. Hadza Al-Sofwah, dan YAZID JAWWAS mengatakan “Al-Sofwah itu Salafy”, padahal tadinya ketika dia masih sama kita dia mengatakan bahwa Al-Sofwa itu ikhwani, Surury, tapi ketika dia bersama mereka sudah meninggalkan Salafiyyin, terus omongnya sudah lain.
Adapun bukti-bukti hubungan Halabiyun dengan jaringan Takfiri Khawarij Abubakar Ba'asyir telah diarsipkan pada makalah di link berikut:

#sururi #alsofwa #abuhaidar #yazidjawas #halabi #ikhwani #muhammadsewed #abubakarbasyir #ngruki #n#nii #almukmin #abdat #abdulhakim #assunnah #Ahmasfaiz #KGB #unaizah #amanabdurrahman #rodja

⚔Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
  Klik ➡JOIN⬅ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
  http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
28/05/2017
 
⬆️ http://tukpencarialhaq.com/wp-content/uploads/2016/01/Imam-masjid-Al-Sofwa-yang-takfiri-dan-bom-Cimanggis.jpg
Gambar 1. Imam masjid Al Sofwa yang takfiri dan bom Cimanggis. Lembaga asing saja tahu siapa dedengkotnya bukan?

 http://tukpencarialhaq.com/wp-content/uploads/2016/01/Era-Pra-Rodja.jpg
Gambar 2. Era Pra-Rodja (Radio-TV Rodja ) Al Sofwa didirikan oleh gembong Sururi Muhammad Khalaf, diperkuat dengan bergabungnya Yazid Jawaz dan Abdul Hakim Abdat. Lembaga asing saja tahu.

 
http://tukpencarialhaq.com/wp-content/uploads/2016/01/Dedengkot-Sururi-Abu-Nida%E2%80%99.jpg
Gambar 3. Dedengkot Sururi Abu Nida’, backgroundnya adalah NII Abu Bakar Ba’asyir. Lembaga asing saja tahu.

 
http://tukpencarialhaq.com/wp-content/uploads/2016/01/Sururi-Ikhwani-menyamar-sebagai-Salafi.jpg
Gambar 4. Para gembong Sururi (Ikhwani menyamar sebagai Salafi) beserta lembaganya.   Berafiliasi dengan yayasan bermanhaj "tong sampah" Sururi Ikhwani al-Sofwa al-Muntada

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim