Ziarah Kubur, Antara Yang Sesuai Syariat dan Yang Melanggar Syar'i

ZIARAH KUBUR, ANTARA YANG SESUAI SYARIAT DAN YANG MELANGGAR SYAR'I.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Para Ulama menjelaskan bahwa ziarah kubur itu ada yang sesuai syar’i dan ada yang melanggar syar’i (berupa kebid’ahan dan kesyirikan).
Ziarah kubur yang syar’i, di antaranya adalah: (i) tidak melakukan safar dalam rangka ziarah kubur, (ii) tidak menjadikan kuburan itu sebagai ‘ied (selalu dikunjungi setiap waktu tertentu, (iii) jika itu adalah kuburan kaum muslimin mendoakan atau memohonkan ampunan Allah bagi penghuni kubur tersebut. (iv) Ziarah kubur yang syar’i juga bertujuan untuk mengingat kematian.
Ziarah kubur yang terlarang (bid’ah dan syirik), di antaranya:
Melakukan safar dengan tujuan ziarah kubur. Padahal tidak boleh bagi seseorang melakukan syaddurrihaal (meniatkan safar untuk tujuan ibadah), kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsho.
 
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى
Janganlah melakukan syaddurrihaal kecuali ke 3 masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasul shollallahu ‘alaihi wasallam, dan Masjidil Aqsho (H.R al-Bukhari dan Muslim).
Termasuk dilarang juga adalah meniatkan ziarah kubur untuk melakukan aktifitas ibadah di sana yang selayaknya dilakukan di masjid, seperti sholat, berdzikir, membaca al-Quran. Hal yang demikian ini masuk dalam kategori menjadikan kuburan sebagai masjid, sebagaimana telah tersebut larangannya dalam hadits-hadits di bab sebelumnya (Bab ke-20). Para Ulama menyatakan bahwa hal itu adalah bid’ah dan termasuk perantara yang mengarah pada syirik akbar. Sebagian menyatakan bahwa hal itu adalah syirik kecil.
Ziarah kubur yang terlarang dan termasuk kesyirikan, di antaranya: berdoa meminta kepada penghuni kubur, bernadzar kepada penghuni kubur, menyembelih untuk penghuni kubur, thawaf di kubur, dan semisalnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dikutip dari Draf Buku " Tauhid, Anugerah yang Tak Tergantikan "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
✍️ http://telegram.me/alistiqomah
19/03/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim