Termasuk Perbuatan Zhalim Adalah Menagih Hutang Pada Orang Yang Masih Dalam Kondisi Tidak Mampu

TERMASUK PERBUATAN ZHALIM ADALAH MENAGIH HUTANG PADA ORANG YANG MASIH DALAM KONDISI TIDAK MAMPU
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ وَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ِّ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Penundaan orang yang mampu itu adalah kezhaliman, jika seseorang dari kalian melimpahkan hutang kepada orang kaya, hendaklah orang kaya itu menanggungnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan (Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin):
Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم : Penundaan orang yang mampu adalah perbuatan zhalim menunjukkan bahwa penundaan orang yang  miskin/tidak mampu (dalam membayar hutang) bukanlah perbuatan zhalim, jika seseorang tidak memiliki sesuatu lantas menunda, maka ini bukan kezhaliman, bahkan orang zhalim adalah orang yang menagihnya. Oleh karenanya jika temanmu dalam kondisi miskin, maka wajib atasmu memberi tangguh kepadanya dan tidak menagihnya serta tidak terus menagihnya berdasarkan firman Allah تعالى:
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. (QS. Al-Baqarah: 280)
Maka dalam ayat ini Allah تعالى mewajibkan memberi tangguh hingga dia berkelapangan. Mayoritas orang yang memiliki hak (piutang) pada orang miskin sedangkan dia mengetahui kemiskinannya, tetapi dia tetap menagihnya dan menekannya serta mengajukan tuntutannya kepada pemerintah lantas memenjarakannya karena hutangnya padahal orang miskin ini tidak mampu melunasinya, maka ini juga haram dan zhalim sehingga wajib bagi seorang hakim, bila mengetahui bahwa orang ini miskin dan orang yang berpiutang menuntutnya, maka wajib bagi hakim untuk menghardik orang yang berpiutang ini dan menegurnya serta tidak menanggapinya karena dia seorang yang zhalim, padahal Allah تعالى memerintahkannya untuk memberi tangguh
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. (QS. Al-Baqarah: 280)
Sehingga, tidak boleh sama sekali baginya berkata kepada si miskin, 'berikan hakku', padahal dia tahu bahwa orang ini miskin dan tidak bisa menghadapinya.
Syarh Riyadhish Shalihin Bab Tahriim Mathlul Ghaniyyi Bihaqqin Lithalabihi Shahibuhu
http://telegram.me/ukhwh
15/03/2017
1611 - وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: مطل الغني ظلم، وإذا أتبع أحدكم على مليء فليتبع .
متفق عليه .
معنى أتبع أحيل .
شرح:
قول الرسول صلى الله عليه وسلم: مطل الغني يدل على أن مطل الفقير ليس بظلم إذا كان الإنسان ليس عنده شيء وماطل فهذا ليس بظالم بل الظالم الذي يطلبه ولهذا إذا كان صاحبك فقيرا وجب عليك أن تنظره وألا تطلبه وألا تطالبه به لقول الله تعالى { وإن كان ذو عسرة فنظرة إلى ميسرة } فأوجب الله الانتظار إلى الميسرة وكثير من الناس يكون له الحق عند الفقير ويعلم أنه فقير ويطالبه ويشدد عليه ويرفع بشكواه إلى ولاة الأمور ويحبس على دينه وهو ليس بقادر هذا أيضا حرام وعدوان ويجب على القاضي إذا علم أن هذا فقير وطالبه من له الحق يجب عليه أن ينهر صاحب الحق وأن يوبخه وأن يصرفه لأنه ظالم فإن الله أمره بالانتظار { وإن كان ذو عسرة فنظرة إلى ميسرة } ولا يحل له أبدا أن يقول له أعطني حقي وهو يدري أنه فقير ولا يتعرض له

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim