Sangat Kerasnya Keharaman Perbuatan Bunuh Diri

Al-istiqomah:
KITAB KE-1: KITABUL IMAN (KEIMANAN).
Bab ke-47: Sangat Kerasnya Keharaman Perbuatan Bunuh Diri dan Barangsiapa yang Membunuh Dirinya dengan Sesuatu, Ia Akan Diadzab dengan Sesuatu Tersebut di AnNaar. Juga Penjelasan bahwa Tidaklah Akan Masuk Surga Kecuali Jiwa yang Muslim.
Hadits no 179.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ - وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِىُّ - حَىٌّ مِنَ الْعَرَبِ - عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْتَقَى هُوَ وَالْمُشْرِكُونَ فَاقْتَتَلُوا. فَلَمَّا مَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِلَى عَسْكَرِهِ وَمَالَ الآخَرُونَ إِلَى عَسْكَرِهِمْ وَفِى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلٌ لاَ يَدَعُ لَهُمْ شَاذَّةً إِلاَّ اتَّبَعَهَا يَضْرِبُهَا بِسَيْفِهِ فَقَالُوا مَا أَجْزَأَ مِنَّا الْيَوْمَ أَحَدٌ كَمَا أَجْزَأَ فُلاَنٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَمَا إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ ». فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ أَنَا صَاحِبُهُ أَبَدًا. قَالَ فَخَرَجَ مَعَهُ كُلَّمَا وَقَفَ وَقَفَ مَعَهُ وَإِذَا أَسْرَعَ أَسْرَعَ مَعَهُ - قَالَ - فَجُرِحَ الرَّجُلُ جُرْحًا شَدِيدًا فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَوَضَعَ نَصْلَ سَيْفِهِ بِالأَرْضِ وَذُبَابَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ثُمَّ تَحَامَلَ عَلَى سَيْفِهِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَخَرَجَ الرَّجُلُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ. قَالَ « وَمَا ذَاكَ ». قَالَ الرَّجُلُ الَّذِى ذَكَرْتَ آنِفًا أَنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَأَعْظَمَ النَّاسُ ذَلِكَ فَقُلْتُ أَنَا لَكُمْ بِهِ فَخَرَجْتُ فِى طَلَبِهِ حَتَّى جُرِحَ جُرْحًا شَدِيدًا فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَوَضَعَ نَصْلَ سَيْفِهِ بِالأَرْضِ وَذُبَابَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ثُمَّ تَحَامَلَ عَلَيْهِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِنْدَ ذَلِكَ « إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ».
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said (ia berkata) telah menceritakan kepada kami Ya’qub –yaitu Ibnu Abdirrahman al-Qooriy- penduduk perkampungan Arab dari Abu Haazim dari Sahl bin Sa’ad as-Saa’idiy –semoga Allah meridhainya- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabat berjumpa dengan kaum musyrikin. Ketika Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sedang menuju pasukannya dan yang lain menuju pasukan mereka, pada kelompok para Sahabat Rasulullah shollallahu alaihi wasalla terdapat seorang laki-laki yang tidaklah melewatkan ada musuh kecuali ia ikuti dan ia tebas dengan pedangnya. Para Sahabat ramai membicarakannya: Tidak ada seorangpun di antara kita yang kehebatannya (dalam menghancurkan musuh) yang menandingi fulan. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Dia termasuk penduduk anNaar. Ada seseorang yang berkata: Aku akan membuntuti dia terus. Iapun terus membuntutinya saat ia berhenti atau berjalan. Hingga laki-laki tadi terluka parah, tapi ia ingin segera mati. Ia letakkan gagang pedangnya di tanah dan ujung yang runcing pada dadanya kemudian ia tusukkan pedang itu pada dirinya. Ia bunuh diri. Maka orang yang tadi terus membuntutinya itu kembali kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan berkata: Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Nabi bertanya: Ada apa? Ia berkata: Orang yang anda sebut bahwa ia termasuk penghuni anNaar yang manusia merasa heran dengan hal itu hingga aku membuntutinya, ia terluka parah, tapi ia ingin segera mati. Ia letakkan gagang pedangnya di tanah dan ujung yang runcing pada dadanya kemudian ia tusukkan pedang itu pada dirinya. Ia bunuh diri. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pada saat itu bersabda: Sesungguhnya seseorang beramal dengan amalan penduduk Surga yang nampak terlihat pada manusia padahal ia termasuk penduduk Neraka. Dan ada seseorang yang beramal dengan amalan penduduk Neraka pada apa yang terlihat dalam penglihatan manusia, padahal ia termasuk penduduk Surga.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dikutip dari Buku "Terjemah Shahih MUSLIM (Abul-Husain Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi Rahimahullah)". Jilid 1
☀️ Penerbit : Cahaya Sunnah- Bandung
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah
=====================
✍️ http://telegram.me/alistiqomah
21/03/2017

PERINGATAN! Berikut himbauan al Ustadz Abu Utsman Kharisman terkait Channel Telegram Al-Istiqomah silakan baca di link ini

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim