Peringatan Salafusoleh Tentang Bahayanya Bergaul Dengan Ahli Bid'ah & Menyebut Nama Tokoh-Tokoh Mereka Termasuk Ghibah

Silsilah Mutiara Nasihat Dari Para Ulama Salaf (Bahagian 10)
Bab 10: *Peringatan Salafusoleh Tentang Bahayanya Bergaul Dengan Ahli Bid'ah & Menyebut Nama Tokoh-Tokoh Mereka Bukan Dikira Ghibah (Bahagian 1)*
Dari *Atha'* رضي الله عنه ia berkata, Allah ﷻ mewahyukan kepada Musa عليهم السلام, "Janganlah kamu duduk (bermajlis) dengan ahli ahwa', sebab sesungguhnya mereka akan menimbulkan perkara baru yang belum pernah ada di dalam hatimu." (Al-Ibanah 2/433 no. 358)
*Ibnu Mas'ud* رضي الله عنه berkata, "Barangsiapa yang suka memuliakan agamanya, maka tinggalkanlah bermajlis dengan ahli ahwa' sebab yang demikian itu lebih melekat dari penyakit kulit." (Al-Bida' 56)
Sampai berita kepada *Umar bin al-Khattab*  رضي الله عنه bahawa ada seorang lelaki yang berkumpul padanya anak-anak muda*, maka beliau melarang manusia duduk dengannya. (Majmu' Fatawa 35/414)
*_(Iaini anak-anak yang belum tumbuh janggotnya. Perkara tersebut dianggap jelek/aib oleh para ulama.)_
_Nukilan lengkapnya seperti berikut: Syaikhul Islam berkata: (...adapun kalau dengan maksud memperingatkan agar berhati-hati, maka walaupun belum mencapai kebid'ahan, tidak mengapa, seperti perkataan Ibnu Mas'ud: "ukurlah manusia dengan teman-teman dekatnya". Pernah Umar bin Khattab mendengar seorang yang berkumpul padanya anak-anak muda...) -halaman yang sama. -Pent.-_
Abu Nu'aim berkata, *Sufyan ath-Thauri* رحمه الله  memasuki masjid pada hari Jum'at, tiba-tiba ia melihat al-Hasan bin Soleh bin Hayy sedang solat, beliau berkata, "Kami berlindung kepada Allah dari khusyu nifaq (kekhusyukan palsu)**." Lalu beliau mengambil sandalnya dan berpindah.
Katanya lagi -juga dari ath-Thauri-, "Dia itu adalah orang yang menganggap bolehnya menumpahkan darah umat." (Al-Tahdzib 2/249 no. 516)
_(Kerana kekhusyukannya tidak menghalangi dia dari perbuatan keji dan mungkar, iaitu menumpahkan darah kaum muslimin. -Pent.)_
Abdullah bin (al-Imam) Ahmad bin Hanbal berkata, saya mendengar ayahku *(al-Imam Ahmad bin Hanbal* رحمه الله) berkata, "Barangsiapa yang mengatakan ucapanku (lafazku) dengan Al-Qur'an adalah makhluk, maka ini adalah ucapan yang sangat buruk dan rendah*, dan ini adalah perkataan orang-orang Jahmiyyah." Saya katakan padanya, "Sesungguhnya Husain al-Karabisiy mengatakan hal ini." Beliau berkata, "Dia dusta, semoga Allah membuka aibnya yang buruk itu. Sesungguhnya ia telah menggantikan Bisyr al-Marisiy." (Al-Sunnah li Abdillah 1/165-166 no. 186-188)
***_(Kerana perkataan "lafazku ketika membaca Al-Qur'an adalah makhluk" akan membawa kepada makna "Al-Qur'an adalah makhluk". -Pent.)_
*Ibnul Mubarak* رحمه الله berkata, "Hati-hatilah kamu jangan sampai duduk dengan ahli bid'ah." (Al-Ibanah 2/463 no. 452-456)
Faedah dari Kitab:
لم الدر المنثور من القول المأثور
في الاعتقاد و السنة,
karya Syaikh Jamal Farayhan al-Harithi, terjemahannya telah dimuroja'ah oleh al-Ustadz Muhammad as-Sewed.
WhatsApp طريق السلف
www.thoriqussalaf.com
http://telegram.me/thoriqussalaf
19/03/2017

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim