Hukum Menshalati Seorang Yang Banyak Hutang Ketika Meninggal

HUKUM MENSHALATI SEORANG YANG BANYAK HUTANG KETIKA MENINGGAL
Fatwa nomor18842
Pertanyaan:
Seseorang meninggal dan memiliki banyak hutang . Ketika jenazahnya didekatkan ke tempat imam untuk disalatkan, sang imam menolak untuk menyalatkannya karena jenazah memiliki banyak utang. Karena tidak ada seorang pun yang mau menanggung utang jenazah, mereka langsung menguburkannya tanpa menyalatkannya. Padahal ada hadits dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallm, Shalatkanlah sahabat kalian karena sesungguhnya dia mempunyai utang dan aku tidak akan menyalatinya Apakah jenazah yang memiliki hutang wajib disalatkan dan apa hukum hal tersebut?
Jawaban:
Menyalatkan jenazah orang Muslim, baik yang memiliki hutang atau tidak , hukumnya wajib.
Tidak menyalatkan jenazah yang memiliki hutang merupakan kekhususan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam karena Beliau bersabda,
Shalatkanlah saudara kalian .
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak menyalatkan jenazah yang memiliki hutang pada periode awal di Madinah, yaitu ketika Beliau tidak mampu menanggung hutang jenazah yang tidak mampu membayar utangnya. Namun, ketika Allah telah memberinya kelapangan rizki, Nabi Shallallahu 'Aliahi wa Salllam menanggung hutang jenazah yang tidak mampu dan menyalatkannya.
Kesimpulannya, tidak menyalati jenazah karena memiliki hutang hukumnya tidak boleh karena hal itu merupakan kekhususan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pada waktu tertentu.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam
Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhutsil Ilmiyyah Walifta'
Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
http://telegram.me/ukhwh
14/03/2017
الفتوى رقم ( 18842 )
س: لقد توفي شخص وهو مطالب بديون كثيرة وقرب الحاضرون جنازته للصلاة عليها من قبل الإمام فرفض الصلاة عليها بسبب أن الشخص مطالب بديون، ولم يتقدم أحد بتحويل الديون عليه ثم قاموا بدفنه في القبر بدون الصلاة عليه، علمًا أن الحديث المروي عن الرسول صلى الله عليه وسلم هو: صلوا على صاحبكم فإن عليه ديونًا وأنا لا أصلي عليه هل يصلى على المتوفى المطالب بديون وما حكم ذلك؟
ج : الصلاة على جنازة المسلم واجبة سواء كان عليه ديون أم لا ، وترك الصلاة على المدين خاص بالنبي صلى الله عليه وسلم؛ لأنه قال: صلوا
على صاحبكم وإنما ترك النبي صلى الله عليه وسلم الصلاة على المدين في أول الأمر حين كان لا يستطيع تحمل الديون عن الأموات المعسرين، فلما يسر الله عليه صار يتحملها عنهم ويصلي عليهم عليه الصلاة والسلام، فالحاصل أنه لا يجوز ترك الميت المسلم بدون صلاة عليه من أجل الدين، وإنما كان هذا خاصًّا بالنبي صلى الله عليه وسلم وفي حالة خاصة.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو  عضو  عضو  نائب الرئيس  الرئيس
بكر أبو زيد  صالح الفوزان  عبد الله بن غديان  عبد العزيز آل الشيخ  عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim