Bermakmum dengan Imam yang Tidak Diketahui Shalat Wajib atau Sunnah dan Tentang Bersalaman Setelah Shalat

⁉️ Assalamualaikum warahmatullahi wabatakatuh..
Bismillahirohmaanirohim
Afwan Ustadz dan Akhi, mohon diberikan pencerahannya:
[1] bagaimana saat Qt melaksanakan makmum sholat sedangkan tidak mengetahui Imam melaksanakan sholat sunnah/wajib.
[2] kebanyakan di sekitar Kami, selesai sholat ada kegiatan salaman bilamana tidak Qt respon pada akhir jadi perbincangan padahal Qt sedang berdzikir
Demikian, Barakallahufikum.
Dijawab oleh: Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
Waalaikumussalam warahmatullaahi wabarokaatuh...
1) Tidak mengapa Imam berbeda niat dgn makmum.
✅ Sebagaimana hadits Jabir bin Abdillah riwayat Muslim bahwa Muadz bin Jabal sholat wajib berjamaah Isya bersama Nabi sebagai makmum, kemudian ia pulang ke kampungnya menjadi Imam sholat Isya. Ia berniat sholat Sunnah, sdgkn makmum berniat sholat wajib.
2) Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menyatakan:
هذه المصافحة لا أعلم لها أصلاً من السنة أو من فعل الصحابة رضي الله  عنهم، ولكن الإنسان إذا فعلها بعد الصلاة لا على سبيل أنها مشروعة،  ولكن على سبيل التأليف والمودة، فأرجو أن لا يكون بهذا بأس...
أما من فعلها معتقداً بأنها سنة فهذا لا ينبغي ولا يجوز له، حتى يثبت أنها سنة، ولا أعلم أنها سنة
Berjabat tangan (selesai sholat) ini, saya tidak mengetahui asalnya dari Sunnah atau perbuatan Sahabat radhiyallahu anhum. Akan tetapi jika manusia melakukannya setelah sholat bukan sebagai sesuatu yg disyariatkan, tapi sekedar utk merekatkan hubungan dan menambah saling cinta, aku berharap yg demikian tidak mengapa...
Adapun orang yg melakukannya dgn keyakinan bahwasanya itu adalah Sunnah, ini yg tidak semestinya (diyakini/dilakukan) dan tidak boleh. Hingga terdapat dalil yg jelas (dan shahih) bahwa itu memang Sunnah. Sedangkan saya tidak mengetahui bahwa itu Sunnah. (Majmu' Fataawa wa Rosaail Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin jilid ke-13).
Wallaahu A'lam.
=======================
✍ http://telegram.me/alistiqomah
11/03/2017
PERINGATAN! Berikut himbauan al Ustadz Abu Utsman Kharisman terkait Channel Telegram Al-Istiqomah silakan baca di link ini

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim