Adakah Bid'ah Hasanah

Thalab Ilmu Syar'i [Audio], [08.03.17 05:58]
➖Tanya Jawab➖➖➖
❓Adakah bid'ah hasanah
๐ŸŒhttp://www.thalabilmusyari.web.id/2017/03/adakah-bidah-hasanah.html

❓Tanya:
Ana mau bertanya, bagaimana bab bid'ah bahwasannya tidak ada bid'ah hasanah. Bagaimana mengenai shalat tarawih berjama'ah. Bahwasannya shalat tarawih berjama'ah mulai sering dilakukan pada masa sahabat.

⭕️Jawab:
๐Ÿ’บOleh Al Ustadz Muhammad As Sewed hafizhahullah

☝️Ikhwani fiddin a'azakumullah, sudah kita terangkan bahwa perkara yang asalnya memiliki dalil, maka itu bukan bid'ah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melakukan shalat tarawih berjama'ah, sekali, dua kali, tiga kali, kemudian berhenti. Bukan berhenti tidak boleh, beliau berkata: "Aku khawatir akan diwajibkan atas kalian". Thayyib, kaidahnya dalam fiqh, setelah rasulullah wafat, kekhawatiran tadi tidak ada. Ketika rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masih hidup, kekhawatiran tadi ada, bisa turun kewajiban-kewajiban yang baru, iya kan? Karena masih proses hukum-hukum syariat.
Tapi setelah rasulullah wafat, ada kalimat ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุฃَูƒْู…َู„ْุชُ ู„َูƒُู…ْ ุฏِูŠู†َูƒُู…ْ selesai, maka tidak ada lagi perubahan-perubahan. Berarti tidak ada kekhawatiran diwajibkan. Kalau tidak ada kekhawatiran diwajibkan, maka kembali kepada hukum asalnya. Hukum asalnya adalah boleh bahkan dianjurkan untuk berjama'ah, thayyib, itu alasan pertama.

✌️Alasan kedua, adapun ucapan Umar menyatakan ู†ِุนْู…َ ุงู„ْุจِุฏْุนَุฉ ู‡َุฐِู‡ِ karena semasa rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat, di zaman Abu Bakr tidak dihidupkan. Sampai ketika di zaman Umar, Umar melihat adanya orang berkelompok, berkelompok. Yang ini dengan berapa orang shalat, yang ini dengan berapa orang, maka kata Umar, mengapa tidak digabungkan saja jadi satu? Yakni seperti awal pertama rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kerjakan. Setelah dikerjakan, Umar melihat bahagia, betapa indahnya kebersamaan. Shalat berjama'ah seperti dulu kembali. Maka beliau mengatakan ู†ِุนْู…َ ุงู„ْุจِุฏْุนَุฉ ู‡َุฐِู‡ِ dengan lughawi, lughawiyan secara bahasa. Yang tadinya berhenti di zaman Abu Bakr, kemudian di zaman ini hidup kembali. Maka itu secara bahasa, maknanya bada'a (dimulai), na'am.


๐Ÿ“ฅ๐Ÿ”ŠDownload Audio disini ( https://docs.google.com/uc?export=download&id=0B2pKyas3e1SFeURSOWlES1FTSVE)

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim