Lampu Listrik Bukan Termasuk Dalam Perintah Memadamkan Api Sebelum Tidur

LAMPU LISTRIK BUKAN TERMASUK DALAM PERINTAH MEMADAMKAN API SEBELUM TIDUR*

🖋 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin _rahimahullah_:

_"Sesungguhnya Nabi ﷺ telah mensifati api sebagai musuh bagi manusia, apabila seseorang tidur dan membiarkannya tetap menyala, maka terkadang api tersebut akan dihampiri fuwaishiq (tikus), ia bisa jadi menjatuhkannya dan terbakarlah (benda disekitarnya)._

_Sebagaimana zaman dahulu, lampu penerangan dinyalakan dari bahan bakar minyak hewani/nabati, dan keseluruhan bahan bakar ini berbentuk cairan. Ketika lampu-lampu ini dihampiri tikus, lalu ia bermain di sekitarnya, maka dikhwatirkan minyak tersebut tumpah dan menyebabkan kebakaran._

_Oleh karenannya Nabi ﷺ memerintahkan untuk memadamkan api sebelum tidur, guna menghindari terjadinya kebakaran._

_*```Adapun di zaman ini, lampu penerangan tidak seperti dahulu, tapi bersumber dari "tenaga listrik" yang telah diciptakan (perangkatnya) dengan kuat dan teratur, dari sumber tersebut menghasilkanlah cahaya lampu.```*_

_*```Ketika seseorang tidur dan dia menyalakan lampu di kamarnya (lampu tidur), maka ini tidak mengapa, dikarenakan sebab alasan Nabi ﷺ melarang dari meninggalkan api sebelum tidur telah tiada.```*_

_Ada beberapa alat "penghangat ruangan" (api unggun rumah), alat semisal ini tidak diragukan lagi, terdapat padanya bahaya, terlebih ketika diletakkan posisinya dekat dengan tempat tidur, bisa jadi seorang tidur di atasnya lalu tertelungkup jatuh dari kasurnya, atau bisa juga dia akan tersentuh dengan api tersebut. Maka hukumnya tetap berlaku, dipadamkan api ini, kecuali alat ini  diletakkan pada tempat aman yang jauh dari tempat tidur, agar tidak terjadi kebakaran._

_Demikian pula (diantara adab) seseorang ketika hendak tidur, untuk menutup pintu kamarnya, dan juga menutup seluruh wadah (makanan dan minuman) walau hanya menggunakan setangkai potongan kayu kecil, karena hal ini sebagai bentuk penjagaan serta perlindungan diri dari syaithan."_

_Wallahul muwaffiq._

أن النار كما وصفها النبي صلى الله عليه وسلم في هذه الأحاديث عدو للإنسان فإذا أبقاها الإنسان ونام فربما تأتي الفويسقة يعني الفأرة فتنخسها ثم تشتعل كما هو الشأن فيما سبق كانت السرج من النار توقد في الزمان الأول توقد بالودك والزيت وشبهه ثم صار توقد بالجاز وكلها مواد سائلة فإذا جاءت الفأرة وعبثت بها انصب الذي في السراج على الأرض ثم اشتعلت النار وحصل الحريق ولهذا أمر النبي صلى الله عليه وسلم بإطفاء النار عند النوم لئلا يحصل هذا الحريق ولكن في الوقت الحاضر الوقود ليس يوقد كما كان فيما سبق فاليوم الكهرباء سالب وموجب يحصل بها إيقاد اللمبة مثلا فلو نام الإنسان وفي بيته لمبة موقدة التي يسمونها السهارية فلا بأس لأن العلة التي من أجلها نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن إبقاء النار غير موجودة في الكهرباء في الوقت الحاضر نعم فيه أشياء تشبه ذلك كالدفايات هذه لا شك أنها على خطر ولا سيما إذا قربها الإنسان من فراشه فإنه ربما ينقلب أو ربما يمس هذه النار فلهذا ينهى أن تبقى هذه الدفايات موقدة إلا في مكان آمن بعيد عن الفراش لئلا يحصل الحريق وكذلك ينبغي للإنسان إذا نام أن يجافي الباب بمعنى يغلقه وكذلك ينبغي إذا أراد أن ينام أن يغطي الإناء ولو بوضع عود عليه لأن في ذلك حماية له من الشيطان. والله الموفق

-----
📚 شرح رياض الصالحين
٣٠٠ - باب النهي عن ترك النار في البيت عند النوم ونحوه سواء كانت في سراج أوغيره
ج: ٤ ص: ١٩٣-١٩٤
مكتبة الصفا

📝 Alih bahasa: al-Ustadz Abul 'Abbas Muhammad Muqaffy _-hafizhahullah-_

*⛵ WA Salafiy KalSel ⛵*
Dari https://telegram.me/salafycirebon/3148
[ 30/11/2016 ]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim