Kaidah dalam Menghukumi Suci Atau Najisnya Darah

KAIDAH DALAM MENGHUKUMI SUCI ATAU NAJISNYA DARAH

Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata:

"Kami akan memberikan kepada Anda kaidah---barakallahu fiik-- yaitu:

➡Sesungguhnya setiap darah yang keluar dari yang hidup maka itu adalah darah yang mengalir. Kadang darah itu suci dan kadang najis.

➡Jika darah keluar dari apa yang bangkainya najis maka darah itu najis, namun jika darah itu keluar dari apa yang bangkainya suci seperti ikan maka darah itu suci.

➡Adapun darah yang keluar setelah kematian hewan sembelihan atau kematian hewan buruan maka darah itu suci meskipun tampak warna merah dalam periuk ketika dimasak, darah itu suci.

📀Liqa' al Bab al Maftuh 69

http://telegram.me/ukhwh
[ 12/11/2016 ]

نعطيك قاعدة بارك الله فيك وهي: أن كل دم يخرج من حي فهو دم مسفوح، قد يكون طاهراً وقد يكون نجساً، فإن خرج الدم مِمَّا مَيْتَتُه نجسة فهو نجس، وإن خرج مِمَّا مَيْتَتُه طاهرة كالسمك فهو طاهر.أما ما يخرج من الدم بعد موت المُذَكَّاة، أو موت المَصِيْدَة فإنه طاهر، حتى لو ظهرت حُمْرَته في القدر حال الطبخ فهو طاهر.


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim