Hukum Tahnik

*HUKUM TAHNIK*

Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al 'Abbad al Badr hafizhahullah

Pertanyaan:
Apakah tahnik (memberi makan kurma yang telah dikunyah lalu dimasukkan ke mulut bayi) untuk bayi dengan kurma tanpa tujuan mencari berkah teranggap sunnah, sehingga sebagian orang pergi dengan bayinya kepada seorang Syaikh untuk mentahniknya?

Jawaban:
Hal ini, selamanya tidak pantas dilakukan karena dulu manusia tidak pergi kepada Abu Bakr dan Umar sedangkan mereka orang yang paling utama dari orang yang datang setelah mereka Radhiyallahu 'Anhum wa Ardhahum,sebagaimana hal itu disebutkan Imam Asy Syathibi rahimahullah dalam kitabnya al I'tishom.

Adapun seorang ayah mentahnik anaknya atau seorang kerabat mentahnik kerabat dekatnya, maka tidak mengapa karena yang dilarang hanyalah seseorang mentaknik karena adanya berkah.

Hal ini tidaklah didapati pada seorang pun kecuali pada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sebab dulu para sahabat pernah mencari berkah dari keringat Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat Radhiyallahu 'Anhum tidak melakukannya terhadap keringat Abu Bakr, Umar, Utsman, atau pun sahabat yang lain akan tetapi mereka menganggapnya khusus untuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Berdasarkan ini asy Syatibi meriwayatkan adanya ijma' (kesapakatan) atas hal ini.

📀Syarh Sunan Abi Dawud 328

http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 10/11/2016 ]

حكم التحنيك
السؤال: هل التحنيك للصغير بالتمر بغير قصد التبرك يعتبر مستحباً، حتى إن بعض الناس يذهب بطفله إلى شيخ ليحنكه؟ الجواب: هذا لا يصلح أبداً، الناس ما ذهبوا إلى أبي بكر وعمر وهم أفضل من كل من جاء بعدهم رضي الله عنهم وأرضاهم، كما ذكر ذلك الشاطبي في كتاب الاعتصام. أما أن الأب يحنك ولده أو القريب يحنك قريبه فلا بأس، وإنما المحذور أن يحنكه أحد من أجل البركة، فهذا ما حصل لأحد إلا للرسول صلى الله عليه وسلم؛ لأنهم كانوا يتبركون بعرقه، والصحابة رضي الله عنهم ما كانوا يفعلون ذلك بعرق أبي بكر أو عرق عمر أو عثمان أو غيرهم من الصحابة، وإنما اعتبروه خاصاً بالرسول صلى الله عليه وسلم، ولهذا حكى الشاطبي الإجماع على هذا.


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim