Hukum Mencukupkan Dengan Satu Adzan Pada Hari Jumat

HUKUM MENCUKUPKAN DENGAN SATU ADZAN PADA HARI JUMAT

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Kami melakukan satu adzan pada hari Jumat kemudian khutbah. Apakah hal ini benar? Mohon penjelasannya, semoga diberi pahala

Jawaban:
Inilah asalnya. Karena pada masa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adanya satu adzan di hadapan khatib ketika masuknya khatib.

Kemudian di masa sahabat Utsman Radhiyallahu 'Anhu diperintahkan dengan adzan pertama sebelum adzan masuknya khatib dan terus berlangsung amalan ini setelah sahabat 'Utsman Radhiyallahu 'Anhu.

Sehingga,jika dilakukan adzan pertama ini, maka itu lebih baik dan jika tidak, maka tidak bermadharat bila mencukupkan dengan satu adzan.

Tidak mengapa yang demikian itu sebagaimana dulu yang ada di masa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan masa Abu Bakr ash Shiddiq, dan Umar Radhiyallahu 'Anhuma.

Namun jika dilakukan dua adzan untuk memberikan peringatan bahwa hari itu hari Jumat sehingga manusia bersiap-siap dan mempersiapkan diri untuk shalat Jumat, maka tidak mengapa bahkan itu suatu yang baik dan hendaknya sekarang dilakukan karena memiliki faedah yang besar agar manusia berhati-hati dan bersiap-siap untuk shalat Jumat.

📀Nurun 'Ala ad Darb kaset nomor 359

http://telegram.me/ukhwh
[ 27/11/2016 ]

5 - حكم الاكتفاء بأذان واحد يوم الجمعة
س: عندنا أذان واحد يوم الجمعة، ثم الخطبة، هل هذا الصحيح؟ نرجو توضيح ذلك مأجورين (1)
ج: هذا هو الأصل، في عهد النبي صلى الله عليه وسلم كان أذانا واحدا بين يدي الخطيب عند دخول الخطيب ثم في عهد عثمان رضي الله عنه أمر بأذان قبل ذلك أولا يؤذن قبل دخول الخطيب، واستمر عليه العمل بعد عثمان رضي الله عنه، فإذا فعل فهو أحسن، وإلا ما يضر إذا اكتفي بأذان واحد، لا حرج في ذلك كما كان في عهد النبي صلى الله عليه وسلم، وعهد الصديق وعهد عمر رضي الله عنهما، لكن إذا جعل أذان ثان للتنبيه على أنه يوم الجمعة حتى يستعد الناس ويتأهبوا للجمعة هذا لا بأس به، بل هو حسن وعليه العمل الآن لأن فيه فائدة كبيرة ينتبه الناس للجمعة ويستعدون.
__________
(1) السؤال الرابع والأربعون من الشريط رقم (359) .

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim