Hukum Diam Terhadap Kesalahan Orang Yang Menyimpang Karena Kuatir Perpecahan

*HUKUM DIAM TERHADAP KESALAHAN ORANG YANG MENYIMPANG KARENA KUATIR PERPECAHAN*

💺 Asy-Syaikh Abdul Muhsin al-'Abbad al-Badr hafizhahullah ditanya:

❓Apa nasehat anda-semoga Allah menjaga anda-terhadap orang yang berkata: "bantahan terhadap orang yang menyimpang menyebabkan perpecahan diantara kaum muslimin. Akan tetapi yang wajib adalah diam dari kesalahan, sehingga kalimat kaum muslimin menjadi satu."

📌 Beliau-hafizhahullah-menjawab:
"(Pernyataan) ini tidak benar! Ini adalah (pernyataan) yang bathil! Bahkan kesalahan itu -yakni- hendaklah dijelaskan dan diterangkan dan tidak dibiarkan.

Adapun perkara ditinggalkan (tidak dibantah) karena itu menyebabkan perpecahan (di tengah-tengah muslimin), (yang terjadi) bahkan perpecahan itu terjadi karena menyelisihi dan keluar dari jalan (yang lurus). Maka yang wajib adalah menjelaskan al-haq dan membantah kebatilan.

Apabila orang yang terjadi kesalahan darinya bukanlah termasuk ahlul bid'ah, bahkan dia termasuk ahlus sunnah, dan terjadi kesalahan padanya, maka hendaklah dia dinasehati dan diperlakukan dengan lemah lembut. Karena tujuan (nasehat) adalah perbaikan."

💽 Syarh Sunan Abi Dawud kaset ke 338 menit 12:24

✒👣 Catatan Kaki:

Yang diperlakukan dengan lemah lembut adalah ahlus sunnah. Bukan ahlul bid'ah. Maka semua hizbi, termasuk Halabiyyun, pembela Adnan 'Ar'ur yang menyetujui peluncuran roket Hutsiyyun ke Mekkah, tidak termasuk di dalamnya.

🍏 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)

🔎 Muraja'ah: al-Ustadz Abu 'Utsman Kharisman hafizhahullah

=============================

🇸🇦 Arabic

‼️حكم السُّكوتِ على خَطأ المخالِف
خَشْيةَ الفُرْقَة! ❓

💡سئـــل الشيخ عبد المحسن العبَّاد البدر حفظه الله

ما نصِيحتُك - حفظك الله - لمن يقول : الردُّ على الْمُخالِف يُسبِّب الفُرْقَة بين المسلمِين َ؛ ولكن الواجِب السُّكوتُ على الخطأ ؛ حتَّى تجتمِعَ كلمةُ المسلمِين؟

📝فأجـــــــ قائلا ــــــــــاب :🍃

هذا غيرُ صحيح! هذا باطل! بل الخطأ -يعني- يُبيَّن ويُوضَّح ، ولا يُترَك .

وأمَّا قضية التَّرك من أجل أن هذا يُسبِّب فُرقَة ؛ بل الفُرقَة حصلت بالمخالفات والخروج عن الجادَّة ِ؛ فالواجب هو بيان الحق ِ والردُّ على الْمُبطِل .

وإذا كان الذي حصل منه الخطأ ليس من أهل البدع؛ وإنما هو من أهل السُّنَّة - وحصل الخطأ - فإنَّه يُناصَح ويُرفَق بِه ؛ لأنَّ المقصود هو الإصلاحُ.

📚المصدر:شرح سنن أبي داود للعلامة العباد【الشريط: 338/ الدقيقة:12:24】
Dari https://telegram.me/goresanfawaid/306
[ 29/11/2016 ]


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim