Bagaimana Membantah Orang Yang Tidak Sependapat Dengan Adzan Pertama Pada Hari Jumat?

BAGAIMANA MEMBANTAH ORANG YANG TIDAK SEPENDAPAT DENGAN ADZAN PERTAMA PADA HARI JUMAT?

Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Fadhilatusy Syaikh! Kami katakan: Sesungguhnya sunnah sahabat Utsman Radhiyallahu 'Anhu pada adzan pertama di hari Jumat adalah sunnah yang tsabit dan shahih, inilah yang benar, namun sebagian ikhwan di Sudan mendatangkan syubhat kepada kami yaitu mereka mengatakan: Bahwa 'Utsman Radhiyallahu 'Anhu melakukan sunnah ini di pasar, sehingga barangsiapa ingin menerapkan sunnah 'Utsman Radhiyallahu 'Anhu, hendaknya dia lakukan di pasar, namun jangan adzan di satu masjid dengan dua adzan, Bagaimana kami membantah mereka?

Jawaban:
Kita bantah mereka, bahwasannya 'Utsman Radhiyallahu 'Anhu melakukan sunnah adzan pertama di pasar karena tidak adanya speaker. Sekiranya dia adzan di.masjid atau tempat yang dekat dari masjid, tentunya tidak didengar orang pasar.Adapun sekarang-- alhamdulillah--ada speaker.

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memiliki dua muadzin di satu masjid yaitu Bilal dan Ibnu Maktum Radhiyallahu 'Anhuma. Keduanya adzan di satu tempat.

📀Liqa' al Bab al Maftuh 75

http://telwgram.me/ukhwh
[ 24/11/2016 ]

كيفية الرد على من لا يرى الأذان الأول يوم الجمعة
السؤال: فضيلة الشيخ! قلنا: إن سنة عثمان رضي الله عنه في الأذان الأول يوم الجمعة هي سنة ثابتة وصحيحة، وهذا صحيح، ولكن هناك بعض الإخوان في السودان يوردون علينا شبهة وهي يقولون: أن عثمان رضي الله عنه فعل هذه السنة في السوق، فمن أراد أن يطبق سنة عثمان رضي الله عنه فليفعل في السوق لكن لا يؤذن في المسجد الواحد أذانين، فكيف نرد عليهم؟ جزاك الله خيراً.الجواب: نرد عليهم بأن عثمان رضي الله عنه جعلها في السوق؛ لأنه ليس هناك مكبر صوت، لو أذن في المسجد أو قريباً من المسجد لم يسمعه أهل السوق، أما الآن فالحمد لله مكبر الصوت موجود، ثم إن الرسول عليه الصلاة والسلام كان له مؤذنان في مسجد واحد بلال وابن أم مكتوم، يؤذنان في مكان واحد.


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim