Apakah Gugur Sunnah Rawatib Dari Seorang Musafir

APAKAH GUGUR SUNNAH RAWATIB DARI SEORANG MUSAFIR

Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apakah gugur sunnah rawatib dari seorang musafir?

Jawaban:
Tidak gugur sunah rawatib dari seorang musafir kecuali Sunnah Zhuhur (sebelum dan sesudahnya), Sunnah Maghrib (sesudahnya) dan Ratibah Isya (sesudahnya). Shalat sunnah selain itu tetap disyariatkan sebagai sunnah bagi musafir dan orang yang menetap (muqim). Begitu pula shalat malam, shalat Dhuha, shalat sebelum Shubuh adalah sunnah bagi musafir dan muqim.

Kemudian seorang musafir terkait dengan shalat rawatib Zhuhur, Maghrib, Isya sekiranya dia shalat sunnah bukan dikarenakan rawatib maka pensyariatannya ada, sehingga tidak dikatakan kepadanya: jangan engkau lakukan.

📚Majmu' Fatawa wa Rasail

http://telegram.me/ukhwh
[ 23/11/2016 ]

هل تسقط السُنن الرواتب عن المسافر؟

محمد بن صالح العثيمين

السؤال: هل تسقط السُنن الرواتب عن المسافر؟
الإجابة: لا تسقط عن المسافر من السُنن الرواتب إلا "سُنة الظهر"، و"سُنة المغرب"، و"راتبة العشاء"، وما عدا ذلك من النوافل فهو باق على مشروعيته، فهو سُنة للمسافر والمقيم، وصلاة الليل سُنة للمسافر والمقيم، وركعتا الضحى سُنة للمسافر والمقيم، وسُنة الفجر للمسافر والمقيم.

ثم المسافر بالنسبة إلى راتبة الظهر، وراتبة المغرب، وراتبة العشاء لو صلى نفلاً، لا على أنه راتبة فالمشروعية باقية لا يقال له: لا تفعل.

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

مجموع فتاوى ورسائل الشيخ محمد صالح العثيمين - المجلد الرابع عشر - باب صلاة التطوع.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim