Ketika Seorang Istri Sudah Tidak Bisa Menyukai Suaminya

KETIKA SEORANG ISTRI SUDAH TIDAK BISA MENYUKAI SUAMINYA

Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin radhiyallahu 'Anhu berkata:

"Wajib seorang istri bertakwa kepada Allah Ta'ala pada dirinya dan suaminya. Janganlah dia meminta cerai dari suaminya kecuali dengan sebab yang syar'i.

Namun seorang istri
terkadang tidak kuat bersabar bersama suaminya karena tidak menyukainya. Seperti istri Tsabit bin Qais bin Syammas datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, lalu ia berkata:

“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mencela dia (suamiku) tentang akhlaq dan agamanya, tetapi aku tidak menyukai kekufuran dalam Islam”. Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bertanya, “Maukah kamu mengembalikan kebunmu kepadanya ?”. Ia menjawab, “Ya”. Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (kepada Tsabit), “Terimalah kebunmu itu dan ceraikanlah dia sekali”.

📀Liqa' al Bab al Maftuh 8

http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 09/10/2016 ]

فالواجب على المرأة أن تتقي الله في نفسها وفي بعلها، وألا تطلب منه الطلاق إلا لسبب شرعي، لكن أحياناً تكون المرأة لا تطيق الصبر مع الزوج كراهة له، كما في زوجة ثابت بن قيس بن شماس حين جاءت إلى النبي صلى الله عليه وسلم وقالت: (يا رسول الله! ثابت بن قيس ما أعيب عليه في خلق ولا دين، ولكني أكره الكفر في الإسلام، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: أتردين عليه حديقته؟ قالت: نعم. فقال النبي صلى الله عليه وسلم لزوجها: خذ الحديقة وطلقها تطليقة).

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim