Kapan Menjamak Dan Mengqashar Shalat Ketika Safar

KAPAN MENJAMAK DAN MENGQASHAR SHALAT KETIKA SAFAR

✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

📪 Pertanyaan: Kami beberapa orang keluar ke daratan untuk tamasya dan mencari kam’ah (terfezia, sejenis jamur untuk pengobatan -pent), dan terkadang kami keluar hanya untuk tamasya saja, sedangkan tempat wisata tersebut dekat dengan negeri kami sejarak 80 km, dan terkadang kami hanya meninggalkan daerah sejauh 10 km dan di sore hari kami sudah pulang, maka apakah boleh bagi kami untuk menjamak dan mengqashar, atau hanya mengqashar tanpa menjamak, atau semuanya tidak boleh bagi kami, sehingga kami harus mengerjakan semua shalat pada waktunya? Jelaskan kepada kami, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

🔓 Jawaban: Jika seorang muslim melakukan safar sejauh 80 km atau lebih dalam rangka tamasya atau berburu atau hal-hal yang mubah lainnya, maka disyariatkan baginya untuk mengqashar dengan meringkas shalat 4 raka’at menjadi 2 raka’at, dan boleh baginya untuk menjamak shalat zhuhur dengan ashar serta maghrib dengan isya’, boleh jamak taqdim atau jamak ta’khir, sesuai dengan apa yang dia pandang lebih nyaman baginya.

✋🏻 Namun jika dia turun dari kendaraan untuk beristirahat maka tidak menjamak lebih afdhal, jadi dia mengerjakan semua shalat pada waktunya dengan tetap boleh untuk mengqashar, karena Nabi shallallahu alaihi was sallam dahulu pada semua safar beliau kebiasaan beliau adalah mengerjakan shalat zhuhur dua raka’at dan shalat ashar dua raka’at dan isya’ dua raka’at, dan beliau menjamak jika sedang dalam perjalanan. Adapun jika beliau sedang tidak dalam perjalanan dan tinggal sementara di sebuah tempat, maka seringnya beliau tidak menjamak, sehingga beliau mengerjakan semua shalat pada waktunya. Hal itu sebagaimana yang beliau lakukan pada Haji Wadda’ ketika beliau tinggal beberapa hari di al-Abthah dan Mina, di mana beliau mengerjakan semua shalat pada waktunya dan tidak menjamak. Ini adalah yang terakhir yang diriwayatkan dari beliau shallallahu alaihi was sallam, dan terdapat riwayat yang shahih bahwa beliau menjamak pada perang Tabuk dalam keadaan beliau tidak sedang dalam perjalanan, itu kejadiannya pada tahun 9 H. Hanya Allah saja yang memberi taufiq.

📚 Sumber || http://www.binbaz.org.sa/fatawa/4630

🌍 http://forumsalafy.net/kapan-menjamak-dan-mengqashar-shalat-ketika-safar/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://Telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
[ 07/10/2016 ]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim