Hukum Orang Yang Bertaubat Dari Ghibah Lalu Bersedekah Atas Setiap Orang Yang Dia Ghibahi

*HUKUM ORANG YANG BERTAUBAT DARI GHIBAH LALU BERSEDEKAH ATAS SETIAP ORANG YANG DIA GHIBAHI*

*_Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah_*

Pertanyaan:
Apa pendapat Anda Syaikh tentang seseorang yang bersedekah atas setiap orang yang dia ghibahi (gunjing) setelah taubatnya kepada Allah dari menggunjing?

Jawaban:
Jika seseorang bertaubat dari ghibah dengan taubat yang sebenar-benarnya, maka termasuk sempurnanya taubat adalah meminta penghalalan kepada seseorang yang dia ghibahi ketika orang itu mengetahui bahwa dialah yang mengghibahinya.

Namun bila dia tidak mengetahuinya, maka cukup dia memintakan ampun untuk orang yang dighibahinya dan menyebutkan kebaikan-kebaikannya di tempat yang dia telah mengghibahinya. Karena seseorang bila teleh berbuat baik kepada orang yang dia ghibahi dengan pujian atasnya sesuai keadaannya, maka kebaikan itu akan menggapus keburukan.

📀Fatawa Nurun 'Ala ad Darb 662

http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 29/10/2016 ]

حكم من تاب من الغيبة وتصدق على كل من اغتابه
السؤال: ما رأيكم يا فضيلة الشيخ بالشخص الذي تصدق على كل من اغتابه بعد أن تاب إلى الله من ذلك؟ الجواب: إذا تاب الإنسان من الغيبة توبة نصوحاً فإن من تمام توبته أن يستحل الشخص الذي وقعت منه الغيبة عليه إن كان يعلم أنه قد بلغه أنه قد اغتابه، أما إذا كان لم يعلم فيكفي أن يستغفر له وأن يذكر محاسنه في المكان الذي كان يغتابه فيه؛ لأن الرجل إذا أحسن إلى من اغتابه بالثناء عليه بما هو أهله فالحسنات يذهبن السيئات


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim