Hukum Mematuhi Peraturan Kecepatan Yang Ada Dalam Tulisan Kecepatan dan Lainnya

HUKUM MEMATUHI PERATURAN KECEPATAN YANG ADA DALAM TULISAN KECEPATAN DAN LAINNYA

Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Terkait kecepatan yang pernah Anda sebutkan di atas mimbar tentang mematuhi peraturan yang tertera diatas tulisan yang panjang seperti 120. Namun mobil itu berbeda-beda seperti jika saya berjalan dengan mobil yang besar di atas kecepatan 120 KM, maka seakan-akan melaju dengan pelan. Lalu masalahkah sekiranya melampaui salah satunya 140 KM atau 150 KM?

Jawaban:
Kecepatan yang dibatasi itu bertujuan khusus, sehingga pada dasarnya wajib bagi seseorang mematuhinya karena termasuk perintah pemerintah. Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ [النساء:59]

Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri diantara kalian. [An Nisa': 59]

Jadi, wajib atas kita sebagai rakyat mentaati apa yang diperintahkan pemerintah kita meskipun mobil kondisi lajunya tenang dan seseorang tidak merasakan kecepatannya. Yang jadi patokan adalah kecepatan. Sebab meskipun lajunya tenang mobil ini, namun sekiranya bannya meletus tentu akan menyebabkan kebinasaan.

Begitu pula bila kita perkirakan ban aman dari meledak, namun apakah juga aman sekiranya menyeberang di depannya sapi atau kambing?

Penanya: Maksud saya jalan yang bebas hambatan dan anda mengetahui bahwasannya jalan ini dikelulingi pagar besi?

Syaikh: Dalam kondisi apapun yang menjadi dasar adalah wajibnya seseorang berjalan di atas peraturan negara. Inilah yang menjadi dasar.

📀Liqa' al Bab al Maftuh 8

http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 11/10/2016 ]

.
حكم التقيد باللوائح في شأن السرعة في الخطوط السريعة وغيرها
السؤال: بالنسبة للسرعة ذكرت على المنبر أنها تقيد باللوحات الموضوعة على الخطوط الطويلة -مثلاً- السرعة (120) ولكن السيارات تختلف، مثلاً: إذا مشيت بالسيارة الفخمة على سرعة (120 كم) كأنها واقفة لا تعتبر سرعة، فهل هناك شيء لو تجاوز الواحد (140كم، أو 150كم)؟الجواب: السرعة المقيدة من قِبَل الجهات المختصة؛ الأصل أنه يجب على الإنسان أن يتقيد بها؛ لأنها من أوامر ولي الأمر، وقد قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ [النساء:59] فالواجب علينا نحن الرعية أن نمتثل ما أمر به ولاة أمورنا، حتى لو كانت السيارة مريحة ولا يشعر الإنسان بسرعتها، العبرة بالسرعة؛ لأنه حتى المريحة هذه لو انفجر الإطار لكانت عرضةً للهلاك، وأيضاً إذا قدرنا أن الإطار مأمون انفجاره فهل هو مأمون فيما لو عبر بين يديه بعير أو ماشية؟السائل: أقصد الطرق السريعة وأنت تعرف أنها محاطة بسياج حديدي؟الشيخ: على كل حال الأصل أنه يجب على الإنسان أن يسير على نظام الدولة؛ هذا هو الأصل.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim