Hukum Berkumur-kumur Bagi Orang Yang Berwudhu Jika Ia Telah Memakan Atau Meminum Sesuatu

📝 FATWA

✍ Oleh samahatusy syeikh Al allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah.

⭕ Hukum berkumur-kumur bagi orang yang berwudhu jika ia telah memakan atau meminum sesuatu.

❓soal (37):
Apakah wajib berkumur-kumur atas orang yang berwudhu yang berupaya menjaga wudhunya jika ia telah memakan atau meminum sesuatu apapun?

✅ jawab:
Tidaklah wajib, akan tetapi mustahab (disukai), jika padanya terdapat lemak atau sesuatu yang memiliki bau maka iapun harus berkumur-kumur hingga hilang bau busuk atau lemak yang terkadang mengganggu dan menyibukkannya, Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada sebagian keadaan tatkala beliau setelah meminum susu maka Beliaupun berkumur-kumur, dan Beliau bersabda: sungguh ia memiliki lemak. Maka berkumur-kumur itu adalah mustahab (disukai) jika ada hajat (kebutuhan) yang mendorong kepadanya.

📚 sumber:
Fatawa nur alad darb (5/51)


لسماحة الشيخ العلامة عبد العزيز ابن باز رحمه الله
================
    - ﺣﻜﻢ اﻟﻤﻀﻤﻀﺔ ﻟﻠﻤﺘﻮﺿﺊ ﺇﺫا ﺃﻛﻞ ﺃﻭ ﺷﺮﺏ ﺷﻴﺌﺎ

📌 السؤال رقم ٣٧ : ﻫﻞ ﺗﺠﺐ اﻟﻤﻀﻤﻀﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺘﻮﺿﺊ اﻟﻤﺤﺘﻔﻆ ﺑﻮﺿﻮﺋﻪ ﺇﺫا ﺃﻛﻞ ﺃﻭ ﺷﺮﺏ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﺎ؟

✅ الجواب: ﻻ ﺗﺠﺐ، ﻟﻜﻦ ﺗﺴﺘﺤﺐ، ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺩﺳﻢ، ﺃﻭ ﻓﻴﻪ ﺷﻲء ﻟﻪ ﺭاﺋﺤﺔ ﻳﺘﻤﻀﻤﺾ ﺣﺘﻰ ﺗﺬﻫﺐ اﻟﺮاﺋﺤﺔ اﻟﻜﺮﻳﻬﺔ، ﺃﻭ اﻟﺪﺳﻢ اﻟﺬﻱ ﻗﺪ ﻳﺆﺫﻳﻪ ﻭﻳﺸﻐﻠﻪ،

ﻭاﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﺣﻴﺎﻥ «ﻟﻤﺎ ﺷﺮﺏ ﻟﺒﻨﺎ ﺗﻤﻀﻤﺾ، ﻭﻗﺎﻝ: ﺇﻥ ﻟﻪ ﺩﺳﻤﺎ » ﻓﺎﻟﻤﻀﻤﻀﺔ ﻣﺴﺘﺤﺒﺔ ﺇﺫا ﺩﻋﺖ اﻟﺤﺎﺟﺔ ﺇﻟﻴﻬﺎ.

📚 المصدر : فتاوى نور على الدرب (٥/٥١)

══════ ❁✿❁ ══════

http://tlgrm.me/salafykolaka
[ 14/10/2016 ]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim