Demonstrasi Merusak Citra Islam

*DEMONSTRASI MERUSAK CITRA ISLAM*
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah
Cara penyampaian yang baik adalah salah satu metode terbaik bagi diterimanya kebenaran. Sementara itu, metode buruk lagi keras adalah sarana paling potensial bagi ditolaknya kebenaran dan dapat menimbulkan kerusuhan, ketidakadilan, agresi, dan benturan.
Termasuk dalam bagian ini adalah demonstrasi yang dilakukan oleh sebagian orang yang berakibat sangat buruk bagi seorang dai. Berbaris di jalan-jalan, berteriak, dan demonstrasi bukanlah cara yang baik untuk reformasi dan dakwah. Cara yang benar adalah dengan berziarah dan surat-menyurat. Hendaklah Anda menasihati presiden, pangeran, dan kepala suku dengan cara ini, bukan dengan cara kekerasan dan demonstrasi. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menetap di Makkah tiga belas tahun dan tidak pernah menggunakan cara demonstrasi, berbaris-baris di jalan, atau mengancam orang dengan menyabotase harta dan membunuh mereka.
Tidak diragukan lagi bahwa metode ini merusak citra dakwah dan dai, mencegah penyebarannya, dan menggiring presiden dan para pembesar negara menjadi memusuhi dan menentang kebenaran dengan segala cara. Mereka (dai) sebenarnya menginginkan kebaikan dengan cara ini, tetapi hasil yang didapatkannya adalah kebalikannya. Dai yang meniru manhaj atau metode para rasul dan pengikut mereka walaupun memerlukan waktu lama adalah lebih baik daripada melakukan cara yang merusak dan memburukkan citra dakwah atau malah dapat mematikannya. Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahi. Nasihat saya kepada setiap dai agar berlemah lembut dalam perkataan, khotbah, dalam surat-menyurat, dan dalam setiap tindak tanduknya dalam berdakwah. Hendaklah dia berlemah lembut kepada setiap orang kecuali kepada orang yang zalim. Tidak ada cara yang lebih baik untuk digunakan dalam berdakwah daripada cara para rasul. Mereka adalah contoh teladan dan para imam. Mereka bersabar dalam berdakwah. Nuh bersabar dalam menghadapi kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun, Nabi Hud bersabar, Nabi Saleh bersabar, Nabi Syu'aib bersabar, Nabi Ibrahim bersabar, Nabi Luth bersabar, dan demikian seterusnya para rasul yang lain. Kemudian Allah membinasakan kaum mereka karena dosa mereka dan Allah menyelamatkan para nabi dan pengikut mereka.
Wahai dai, Anda memiliki contoh teladan pada diri para nabi dan orang-orang pilihan. Anda mempunyai contoh teladan pada diri Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang sabar di Makkah dan sabar di Madinah dalam menghadapi kaum Yahudi dan orang-orang munafik serta orang-orang Aus dan Khazraj yang belum masuk Islam hingga Allah memberi petunjuk kepada mereka, hingga Allah mengusir kaum Yahudi,
dan hingga orang-orang munafik mati dengan kemarahannya. Anda mempunyai contoh teladan pada orang-orang pilihan. Oleh karena itu, bersabarlah, perkuatlah kesabaran Anda, berlemah lembutlah, tinggalkanlah cara kekerasan, dan tinggalkanlah setiap penyebab yang dapat menyulitkan dan merusak citra dakwah dan para dai. Ingatlah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka."
Saya berdoa semoga Allah dengan Asma al-Husna dan Sifat al-'Ula-Nya memberi taufik kepada kita semua dan seluruh kaum Muslimin untuk mendapat ilmu yang bermanfaat, beramal saleh, dan berdakwah kepada-Nya dengan cara yang baik. Semoga Dia memberi taufik kepada seluruh ulama kita dan dai pembela kebenaran di setiap tempat untuk mendapat ilmu yang bermanfaat, wawasan, dan menempuh manhaj Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam berdakwah dan menyampaikan risalah agama kepada umat manusia. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Semoga Allah mencurahkan selawat, salam, dan berkat kepada hamba dan utusan-Nya, nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya, dan orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

فالأسلوب الحسن من أعظم الوسائل لقبول الحق ، والأسلوب السيئ العنيف من أخطر الوسائل في رد الحق وعدم قبوله وإثارة القلاقل والظلم والعدوان والمضاربات . ويلحق بهذا الباب ما قد يفعله بعض الناس من المظاهرات التي قد تسبب شرا عظيما على الدعاة فالمسيرات في الشوارع والهتافات والمظاهرات ليست هي الطريق للإصلاح والدعوة ، فالطريق الصحيح بالزيارة والمكاتبة التي هي أحسن ، فتنصح الرئيس والأمير وشيخ القبيلة بهذا الطريق لا بالعنف والمظاهرة ، فالنبي صلى الله عليه وسلم مكث في مكة ثلاث عشرة سنة لم يستعمل المظاهرات ولا المسيرات ولم يُهدد الناس بتخريب أموالهم واغتيالهم ، ولا شك أن هذا الأسلوب يضر الدعوة والدعاة ويمنع انتشارها ويحمل الرؤساء والكبار على معاداتها ومضادتها بكل ممكن فهم يريدون الخير بهذا الأسلوب لكن يحصل به ضده ، فكون الداعي إلى الله يسلك مسلك الرسل وأتباعهم ولو طالت المدة أولى به من عمل يضر الدعوة ويضايقها أو يقضي عليها ولا حول ولا قوة إلا بالله ، فالنصيحة مني لكل داع إلى الله أن يستعمل الرفق في كلامه وفي خطبته وفي مكاتباته وفي جميع تصرفاته حول الدعوة ، يحرص على الرفق مع كل أحد إلا من ظلم ، وليس هناك طريق أصلح للدعوة من طريق الرسل فهم القدوة وهم الأئمة وقد صبروا ، صبر نوح على قومه ألف سنة إلا خمسين عاما ، وصبر هود ، وصبر صالح ، وصبر شعيب ، وصبر إبراهيم ، وصبر لوط ، وهكذا غيرهم من الرسل ثم أهلك الله أقوامهم بذنوبهم وأنجى الله الأنبياء وأتباعهم.
فلك أيها الداعية أسوة في هؤلاء الأنبياء والأخيار ، ولك أسوة بالنبي محمد صلى الله عليه وسلم الذي صبر في مكة وصبر في المدينة على وجود اليهود عنده والمنافقين ومن لم يُسلم من الأوس والخزرج حتى هداهم الله وحتى يسر الله إخراج اليهود وحتى مات المنافقون بغيظهم ، فأنت لك أسوة بهؤلاء الأخيار فاصبر وصابر واستعمل الرفق ودع عنك العنف ودع كل سبب يضيق على الدعوة ويضرها ويضر أهلها . واذكر قوله تعالى يخاطب نبيه محمدا صلى الله عليه وسلم : فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ[29] الآية . 
وأسأل الله بأسمائه الحسنى وصفاته العلا أن يوفقنا وإياكم وسائر المسلمين للعلم النافع والعمل الصالح وحسن الدعوة إليه ، وأن يوفق علماءنا جميعا في كل مكان ودعاة الحق في كل مكان للعلم النافع والبصيرة ، والسير على المنهج الذي سار عليه رسول الله عليه الصلاة والسلام في الدعوة إليه وإبلاغ الناس دينه ، إنه جل وعلا جواد كريم ، وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين .

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim