Astaghfirullah, Halabiyin Turatsiyin Mujahirin Muhammad Abduh Tuasikal Dengan Bangganya Memamerkan Ke Segenap Penjuru Dunia Hasil Mencuri-curi Gambar Lawan Jenisnya!

*ASTAGHFIRULLAH, HALABIYIN TURATSIYIN MUJAHIRIN MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL DENGAN BANGGANYA MEMAMERKAN KE SEGENAP PENJURU DUNIA HASIL MENCURI-CURI GAMBAR LAWAN JENISNYA! *
Inilah kelakuan terbaru pimpinan redaksi corong propaganda hizbi situs Halabiyin Turatsiyin,  Muhammad Abduh Tuasikal yang dipropagandakan sebagai murid dari Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah. 


Gambar 1. Halabi Turatsi dipropagandakan sebagai murid ulama Kibar. Cara mudah menipu umat.
Url bukti: https://muslimah.or.id/author/muhammad-abduh-tuasikal-msc
Keranjingannya dalam menampilkan foto dan video para jamaah wanitanya sebagai bukti "keberhasilan" dakwahnya benar-benar suatu prestasi luar biasa yang di luar kebiasaan untuk ukuran orang yang mengaku berdakwah di atas jalan Salafiyah Ahlussunnah.



Gambar 2. Hasil dakwahnya,  berupa video dan foto para jemaah wanitanya dengan berbagai posisi.
Dan bukan hanya memfoto/menvideokan secara langsung dan terang-terangan untuk kemudian menyebarluaskan sosok para jamaah lawan jenisnya,  tetapi jika orang sudah keranjingan untuk menshooting gambar lawan jenisnya, ternyata  mencuri-curi gambarpun akan dilakukannya!! Wal'iyadzubillah.
Dan yang menunjukkan sangat bahlulnya orang ini,  hasil perbuatan yang tak layak dipuji apalagi dilabeli sebagai keberhasilan dakwah ini ternyata tanpa malu dia pertontonkan pula ke segenap penjuru mata angin!  Wallahul musta'an.
Halabiyun... telah selangkah demi selangkah memapaki dakwah gambarnya dan mereka semakin asyik menjerumuskan diri berpose dengan orang dari berbagai jenis manhaj dengan senyum yang mengembang dalam keadaan merasa bahwa inilah jalan pintas untuk meraih sukses meraup pengikut yang banyak.
Kini mereka telah selangkah lebih "maju", memamerkan "keberhasilan" dakwah dari segmen lawan jenis. 


Gambar 3. Jelas tanpa perlu syarah mendetail!! Mencuri-curi gambar lawan jenisnya,  para ummahat/akhwat dengan mengintip dari balik terali jendela!!
Maka inilah yang disebut *Mujahirin!* Orang yang berterangmuka menyebarluaskan sendiri(!) aib dan kemungkaran yang dilakukannya.
*Padanya terdapat kegilaan* karena mengandung unsur *ajakan, hasungan untuk berbuat kejelekan sebagaimana kejelekan yang dia lakukan.*


MEMBONGKAR & MENCERCA MUJAHIRIN

Sesungguhnya ketika mereka menuding situs ini sebagai tukpencaribangkai, tukpencarifitnah, tukpencari aib (atau apalagi nama yang disematkan?) pada hakekatnya mengandung sebuah pengakuan jujur dan sekaligus pembodohan dan pengelabuan terhadap umat. Kejujurannya adalah pengakuan bahwa bukti-bukti yang kita tampilkan adalah aib-fitnah-bangkai mereka sendiri (yang mereka publikasikan terbuka kepada umat)! Adapun pembodohan dan pengelabuannya kepada umat adalah status sebagai Mujahirin (yang memiliki kedudukan yang tersendiri dalam timbangan syar’i) atau orang yang menyebarluaskan kesalahan/penyimpangannya ke tengah-tengah umat manusia namun demikian masih pula tanpa malu menuduh orang lainlah yang mencari-cari aib dan bangkainya (padahal mereka sendiri yang mempertontonkan kepada umat)…Alhamdulillah syubhat renyah semacam ini telah disingkap kebatilannya oleh para ulama kita pada makalah terdahulu…
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ
“Setiap umatku akan dimaafkan kecuali mujahirin (pelaku maksiat dengan terang-terangan). Dan termasuk mujaharah (berbuat maksiat dengan terang-terangan), seseorang melakukan satu perbuatan pada malam hari, kemudian dia memasuki waktu pagi dan Allah menutupi perbuatannya itu, lalu ia mengatakan, “Wahai fulan, semalam aku melakukan ini dan itu”. Dia tidur semalam dan Allah menutupi perbuatannya, lalu ketika memasuki waktu pagi ia membuka tabir Allah.” (Bukhari dan Muslim)
Disebutkan dalam Fathul Bari, “Al Mujahir” adalah istilah bagi orang yang terang-terangan berbuat dosa, menampakkan kemaksiatannya dan membuka aib (dosa) sendiri yang telah ditutup oleh Allah dengan cara menceritakannya kepada orang lain.
Orang yang berterang-terangan dengan kemaksiatannya itu termasuk orang gila, dan kegilaan itu tercela menurut syara’ dan adat kebiasaan. Maka orang yang membeberkan kemaksiatannya berarti melakukan dua pelanggaran sekaligus, yaitu menampakkan kemaksiatan dan bercampurnya dengan kegilaan.
Ibnu Baththal rahimahullah berkata: “Membeberkan atau melakukan maksiat terang-terangan itu berarti meremehkan hak Allah, RasulNya, dan umat yang shalih, melakukan maksiat terang-terangan termasuk sikap keras kepala mereka. Didalam merahasiakannya itu berarti ia terselamatkan dari sikap meremehkan agama, karena kemaksiatan itu menjadikan pelakunya hina.” Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa orang yang melakukan kefasikan atau bid’ah secara terang-terangan itu, maka boleh disebut-sebut atau dibeberkan apa yang ia lakukan dengan terang-terangan itu, bukan apa yang dilakukannya secara tidak terang-terangan. (Fathul Bari, juz 13 hal 98-99)

Ibnul Qoyyim berkata bahwa orang-orang yang berbuat dosa secara terus-terang itu telah keluar dari pemaafan Allah, dan mereka yang menceritakan kemaksiatan-kemaksiatan yang mereka lakukan, hal ini dapat menggerakkan hati si pendengar untuk berbuat yang serupa. Hal ini akan menyebarkan kerusakan yang tidak ada yang mengetahui sampai dimana kecuali oleh Allah. (I‘lamul Muwaqi’in juz 3, halaman 153)
Jadi cukup jelas dari hadits tersebut, merupakan ancaman yang keras bagi mereka yang melakukan dosa dengan terang-terangan dan bahkan bangga, wal’iyadzubillah. Maksud dari “mujahirin” adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi di dalam Syarh Muslim.
*Tipe manusia semacam inilah yang boleh untuk digunjing, tidak dianggap ghibah seseorang yang menceritakan aib mujahirin.* Imam Ath-Thibi mengartikan hadits tersebut dengan, “Setiap umatku tidak boleh digunjingkan aibnya, kecuali yang terang-terangan melakukan dosa.”
Sehingga jelas maksud daripada hadits ini adalah seseorang yang tidak selamat yaitu orang yang berbuat maksiat, kemudian dia dengan bangga menceritakan maksiatnya itu kepada orang lain. Mereka yang secara terang-terangan membuka aibnya dengan tanpa rasa malu, walau Allah Ta’ala telah menutupinya, orang inilah yang tidak akan mendapatkan ampunan Allah Ta’ala dan pantas mendapatkan cercaan terbuka.
Nah, perilaku mujahirin yang dikerjakan sebagian muslimin, diceritakan dan dipertontonkan pada ratusan rekannya, muslimin, awam atau bahkan kafir bisa dengan mudah ditemukan. Inilah balasan yang pantas buat orang yang melakukan kejahatan (fasik) dan bid’ah yang secara nyata, sisi negatif mereka boleh diungkapkan secara terang-terangan dan bukan lagi ghibah yang diharamkan.
Maka bagaimana kegilaan semacam ini yang mengandung ajakan,  hasungan untuk meniru kejelekan yang dia lakukan dan dia tularkan kepada segenap pemirsanya dilabeli sebagai keberhasilan dakwah? Sungguh *Setan* telah berhasil menipudaya *Halabiyun Turatsiyun.*
إنا لله و إنا اليه راجعون

GAWAT!! PAPARAZI MUJAHIRIN "GILA" HALABIYIN MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL BERKELIARAN

Peringatan:
Teruntuk para suami, para ayah anak-anak wanita kalian. Berhati-hatilah!!!
Jagalah kehormatan wanita-wanita kalian.
Ingat! Itu adalah amanah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang akan kita pertanggungjawabkan.
Telah nyata, di sekitar kita telah berkeliaran ustadz Salafikir yang keranjingan memfoto/memvideokan lawan jenisnya untuk dikonsumsikan dan didemonstrasikan kehormatannya yang selayaknya dilindungi kepada dunia.
إِنَّا لِلَّـــــــهِ وَإِنَّآ إِلَيْــــهِ رَاجِعُوْنَ


Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Klik ➡JOIN⬅ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
[ 05/10/2016 ]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim