Tata Cara Penyembelihan

TATA CARA PENYEMBELIHAN

💠 a. Menajamkan Pisau dan Memperlakukan Binatang Kurban Dengan Baik
Rasulullah bersabda (artinya): “Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan (tidak menyiksa) sesembelihannya.” (H.R. Muslim)

💠 b. Menjauhkan Pisaunya Dari Pandangan Binatang Qurban
Cara ini seperti yang diceritakan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di dekat leher seekor kambing, sedangkan dia menajamkan pisaunya. Binatang itu pun melirik kepadanya. Lalu beliau bersabda (artinya):
“Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini (sebelum dibaringkan, pen)?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (H.R. Ath Thabrani dengan sanad shahih)

💠 c. Menghadapkan Binatang Qurban Ke arah Kiblat
Sebagaimana hal ini pernah dilakukan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma dengan sanad yang shahih.

💠 d. Tata Cara Menyembelih Unta, Sapi, Kambing Atau Domba
▪Apabila sesembelihannya berupa unta, maka hendaknya kaki kiri depannya diikat sehingga dia berdiri dengan tiga kaki. Namun bila tidak mampu maka boleh dibaringkan dan diikat. Setelah itu antara pangkal leher dengan dada ditusuk dengan tombak, pisau, pedang atau apa saja yang dapat mengalirkan darahnya.

▪ Sedangkan bila sesembelihannya berupa sapi, kambing atau domba maka dibaringkan pada sisi kirinya, kemudian penyembelih meletakkan kakinya pada bagian kanan leher binatang tersebut. Seiring dengan itu dia memegang kepalanya dan membiarkan keempat kakinya bergerak lalu menyembelihnya pada bagian atas dari leher.
📚 (Asy Syarhul Mumti’ 7/478~480 dengan beberapa tambahan)

💠 e. Bacalah basmalah:

 بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اللَّهُمَّ هَذِهِ عَنِّيْ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتَيْ
"Bismillah, wallahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka, Allahumma hadzihi ‘anni wa ‘an ahli baiti."
“Dengan nama Allah, Allah Maha besar, Ya Allah (hewan) ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, ini kurban dariku dan keluargaku.”

Dan boleh juga dengan membaca:
بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ

"Bismillah, wallahu Akbar."
“Dengan nama Allah, Allah Maha besar.”

💠 f. Lalu gorokkan pisau dengan kuat di leher bagian  atas hingga terputus al-hulqum (jalan pernapasan), al-wajdain (dua urat leher) dan al-muri (jalur makanan).

📌 Diusahakan menyembelih sendiri hewan qurbannya karena itu yang lebih utama, bila tidak mampu maka diwakilkan kepada orang yang terpercaya.

▫Boleh baginya melihat proses penyembelihan atau pun tidak melihatnya.

🔹Diperbolehkan bagi wanita menyembelih hewan kurbannya sendiri bila ia mampu melakukannya.
📚 (Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 25/60 dan 81)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ 11.09.2016 ]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim