Hukum Shalat Orang Yang Meninggalkan Tasyahud Awal Karena Lupa Atau Sengaja

HUKUM SHALAT ORANG YANG MENINGGALKAN TASYAHUD AWAL KARENA LUPA ATAU SENGAJA

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Jika seorang imam shalat dan berdiri namun tidak melakukan tasyahud awal lalu dia diingatkan, namun tidak kembali. Kemudian ketika salam dari shalat dia diingatkan, namun dia salam dan tidak sujud. Setelah salam sebagian makmum bertanya kepadanya: mengapa engkau tidak sujud? Jawabnya: telah lewat tempatnya, kenapa? Wajibkah dia mengulanginya karena meninggalkan kewajiban dengan sengaja. Dan bagaimana jika dia tidak tahu dan makmum juga tidak tahu hukum. Apa yang wajib atas mereka?. Mohon fatwanya. Semoga Anda mendapat balasan.

Jawaban:
Tasyahud awal jika seorang yang shalat sengaja meninggalkannya, maka batal shalatnya menurut pendapat ulama yang paling benar diantara dua pendapat ulama ketika dia mengetahui hukum lagi mengingatnya. Sehingga jika dia tidak mengetahuinya, maka tidak mengapa atasnya. Namun jika dia meninggalkannya karena lupa, maka wajib atasnya sujud sahwi.Jika dia sengaja meninggalkannya, maka batal shalatnya.

Adapun jika dia lupa dan salam sebelum sujud kemudian diingatkan atau teringat, maka wajib atasnya sujud sahwi setelah salam kemudian salam seperti kondisi dalam sujud sahwi yang tempatnya setelah salam. Karena jika tidak dia kerjakan, maka diperselisihkan tentang batalnya shalat dengan itu yakni meninggalkan sujud sahwi setelah salam, baik tempatnya setelah salam atau sebelumnya lalu dia lupa kepadanya, sehingga jadilah sujudnya setelah salam.

Berkata Abu Muhammad Ibnul Qudamah dalam al Mughni: Jika meninggalkan sesuatu yang wajib dengan sengaja meskipun sebelum salam, maka batal shalatnya karena dia telah meninggalkan yang wajib dalam shalat dengan sengaja. Namun jika dia meninggalkan yang wajib setelah salam, tidak batal shalatnya dikarenakan itu penyempurna ibadah di luar shalat, sehingga shalat tidak batal dengan meninggalkannya seperti penyempurna haji, baik tempatnya setelah salam atau sebelumnya, lalu dia lupa terhadapnya, sehingga jadilah sujud sahwi setelah salam. Telah dinukilkan dari Imam Ahmad apa yang menunjukkan batalnya shalat dan dinukilkan pula darinya tawaqqufnya beliau ) selesai maksud.

Dengan ini diketahui bahwa yang benar adalah sahnya shalat dan tidak wajib mengulang atas seluruhnya kecuali jika imam sengaja meninggalkan perkara yang disyariatkan melakukannya sebelum salam disertai pengetahuannya dengan hukum syar'i. Sehingga wajib baginya mengulang karena dia meninggalkan yang wajib tanpa alasan yang syar'i.

Adapun makmum wajib sujud sahwi ketika imamnya tidak sujud setelah salam menurut pendapat mayoritas ulama sebagaimana dalam al Mughni. Karena lupa itu akan mengurangi shalat seluruhnya.
Sehingga bila imam tidak sujud untuk menyempurnakan kekurangan yang terjadi karena lupa, maka wajib atas makmum sujud sahwi baik sujud perorangan atau mereka menentukan orang yang mengimami mereka dalam hal itu dikarenakan imam ketika menolak suatu yang wajib, terputuslah pengikutan mereka kepadanya dan wajib atas mereka berdiri sendiri menunaikan yang wajib sebagaimana kalau dia salam dari kekurangan dan makmum memperingatkannya, namun dia tidak ruju' kepada yang benar, maka wajib bagi mereka menyempurnakan shalat mereka sendirian dengan imam dari mereka karena wajib menyempurnakan shalat atas seluruhnya ketika imam menolak darinya, terputuslah pengikutan mereka kepadanya. Jika mereka tidak sujud tidak batal shalat mereka dikarenakan suatu yang wajib di luar shalat sehingga tidak batal shalat dengan meninggalkannya seperti adzan dan iqamah serta seperti penyempurna haji. Wallahu Subhanahu wa Ta'ala a'lam.

http://www.binbaz.org.sa/fatawa/997

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 08.09.2016 ]

حكم صلاة من ترك التشهد الأول ناسيا أو متعمدا

إذا صلى الإمام الصلاة وقام ولم يتشهد التشهد الأول ونبه ولم يرجع وعندما سلم من الصلاة نبه وسلم ولم يسجد وبعد السلام قال له بعض المأمومين لم لم تسجد؟ فقال ذهب محله فماذا؟ عليه هل عليه الإعادة لأنه ترك واجباً عمداً وإذا كان جاهلاً والمأمومون يجهلون الحكم فماذا عليهم؟ أفتونا مأجورين.

التشهد الأول إذا تعمد المصلي تركه بطلت صلاته في أصح قولي العلماء إذا كان عالما بالحكم ذاكراً، فإن كان جاهلاً فلا شيء عليه وإن تركه ناسياً وجب عليه السجود للسهو فإن تعمد تركه بطلت صلاته. أما إذا نسي وسلم قبل أن يسجد ثم نبه أو ذكر فإنه يجب عليه أن يسجد بعد السلام للسهو ثم يسلم كالحال في سجود السهو الذي محله بعد السلام فإن لم يفعل فقد اختلف في بطلان الصلاة بذلك أي بترك سجود السهو بعد السلام، سواء كان محله بعد السلام أو قبله فنسيه فصار بعد السلام قال أبو محمد ابن قدامة رحمه الله في المغني: (فإن ترك الواجب عمداً فإن كان قبل السلام بطلت صلاته لأنه أخل بواجب في الصلاة عمداً، وإن ترك الواجب بعد السلام لم تبطل صلاته لأنه جبر للعبادة خارج منها فلم تبطل بتركه كجبرانات الحج وسواء كان محله بعد السلام أو قبله فنسيه فصار بعد السلام، وقد نقل عن أحمد ما يدل على بطلان الصلاة ونقل عنه التوقف). انتهى المقصود.
وبهذا يعلم أن الصواب صحة الصلاة وعدم وجوب الإعادة على الجميع إلا إذا كان الإمام قد تعمد الترك لما يشرع الإتيان به قبل السلام مع العلم بالحكم الشرعي، فإنها تلزمه الإعادة لكونه ترك واجباً بدون عذر شرعي، أما المأموم فعليه أن يسجد للسهو إذا لم يسجد إمامه بعد السلام في قول الأكثرين كما في المغني؛ لأن السهو ينقص صلاة الجميع، فإذا لم يسجد الإمام لجبران النقص الحاصل بالسهو، وجب على المأموم السجود، سواء سجدوا فرادى أو عينوا من يؤمهم في ذلك لأن الإمام لما امتنع من الواجب انقطعت تبعيتهم له ووجب عليهم الاستقلال بأداء الواجب كما لو سلم عن نقص ونبهوه فلم يرجع للصواب فإنه يلزمهم أن يكملوا صلاتهم فرادى أو بإمام منهم لوجوب تكميل الصلاة على الجميع فلما امتنع منه الإمام انقطعت تبعيتهم له ، فإن لم يسجدوا لم تبطل صلاتهم؛ لأنه واجب خارج الصلاة فلم تبطل الصلاة بتركه كالأذان والإقامة وكجبرانات الحج والله سبحانه وتعالى أعلم.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim