Hukum Meninggikan Kuburan dan Menghiasinya

HUKUM MENINGGIKAN KUBURAN DAN MENGHIASINYA

Oleh: Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Athram rahimahullah.

Pertanyaan: Apa hukum meninggikan kuburan, menghiasinya dan apa pengaruh hal itu?

Jawaban: Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya adalah : Tidak boleh meninggikanya tidak pula menghiasinya, karena itu tergolong perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan) yang bisa mengantarkan kepada keyakinan mengagungkannya dan meyakininya. Dalam sebuah hadits :

ﻧﻬﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -، ﺃﻥ ﺗﺠﺼﺺ اﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭﺃﻥ ﻳﺠﻠﺲ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻭ ﻳﺒﻨﻰ ﻋﻠﻴﻬﺎ

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang meng-gipsum kuburan, duduk di atasnya atau membuat bangunan diatasnya.”

Hadits tersebut mengandung larangan berlaku ghuluw (berlebih-lebihan) dengan kuburan dan larangan menghinakannya. Dan dari Ummu Salamah radhiallahu’anha bahwasanya beliau menyebutkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam gereja yang ia lihat di negeri Habasyah dan gambar-gambar yang ada di dalamnya. Maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda :

«ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺇﺫا ﻣﺎﺕ ﻓﻴﻬﻢ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﺼﺎﻟﺢ ﺃﻭ اﻟﻌﺒﺪ اﻟﺼﺎﻟﺢ ﺑﻨﻮا ﻋﻠﻰ ﻗﺒﺮﻩ ﻣﺴﺠﺪا ﻭﺻﻮﺭﻭا ﻓﻴﻪ ﺗﻠﻚ اﻟﺼﻮﺭ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺷﺮاﺭ اﻟﺨﻠﻖ ﻋﻨﺪ اﻟﻠﻪ»

“Mereka itu jika ada seorang yang shalih atau hamba shalih yang mati di tengah mereka, mereka membangun masjid di atas kuburannya, dan mereka membuat gambar di dalamnya dengan gambar-gambar tadi. Mereka itulah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah.”

Dan dari Ali radhiallahu ‘anhu, beliau berkata kepada Abul Hayyaj Al-Asdy rahimahullah:

“ﺃﻻ ﺃﺑﻌﺜﻚ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ؟ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -، ﺃﻥ ﻻ ﺗﺪﻉ ﺻﻮﺭﺓ ﺇﻻ ﻃﻤﺴﺘﻬﺎ ﻭﻻ ﻗﺒﺮا ﻣﺸﺮﻓﺎ ﺇﻻ ﺳﻮﻳﺘﻪ”.

“Tidakkah aku mengutusmu dengan apa yang aku diutus oleh Rasulullah dengannya; Janganlah engkau biarkan ada gambar kecuali engkau menghapusnya, dan kuburan yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.”

Maka nash-nash ini menunjukkan akan larangan membuat bangunan di atas kuburan, sebagaimana ditunjukan oleh hadits yang lain akan larangan memasang lentera pada kuburan. Beliau bersabda:

«ﻟﻌﻦ اﻟﻠﻪ ﺯاﺋﺮاﺕ اﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭاﻟﻤﺘﺨﺬﻳﻦ ﻋﻠﻴﻬﺎ اﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭاﻟﺴﺮﺝ»

“Allah melaknat wanita-wanita yang berziyarah kubur dan menjadikannya di atasnya masjid-masjid dan lentera-lentera.”

• Dan diantara hiasan-hiasan yang dilarang adalah membuat tulisan di atas kuburan.
• Demikian juga termasuk mengagungkannya yang dilarang syariat adalah meletakkan karangan-karangan bunga dan bunga-bunga di atasnya, atau
• Mempersembahkan sesuatu kepadanya berupa harta/uang atau menyembelih binatang di sisinya.

Semua itu dan yang semisalnya termasuk perbuatan ghuluw terhadap kuburan yang dilarang secara syariat yang mengantarkan kepada KESYIRIKAN.

Sumber : Al-As’ilah wal-ajwibah fil aqidah karya Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Athram rahimahullah. 1/52.

Channel Telegram Fatawa Ahlil Ilmi Ats-Tsiqaat.

ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺗﺸﻴﻴﺪ اﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭﺯﺧﺮﻓﺘﻬﺎ ﻭﻣﺎ ﺁﺛﺎﺭ ﺫﻟﻚ؟

اﻟﺠﻮاﺏ: ﺣﻜﻢ ﺗﺸﻴﻴﺪ اﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭﺯﺧﺮﻓﺘﻬﺎ: ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺗﺸﻴﻴﺪﻫﺎ ﻭﻻ ﺯﺧﺮﻓﺘﻬﺎ ﻷﻥ ﻫﺬا ﻣﻦ ﺑﺎﺏ اﻟﻐﻠﻮ اﻟﻤﺆﺩﻱ ﺇﻟﻰ اﻋﺘﻘﺎﺩ ﺗﻌﻈﻴﻤﻬﺎ ﻭاﻻﻋﺘﻘﺎﺩ ﺑﻬﺎ ﻭﻓﻲ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻧﻬﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -، ﺃﻥ ﺗﺠﺼﺺ اﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭﺃﻥ ﻳﺠﻠﺲ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻭ ﻳﺒﻨﻰ ﻋﻠﻴﻬﺎ

ﻓﻘﺪ ﺗﻀﻤﻦ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ اﻟﻐﻠﻮ ﺑﻬﺎ ﻭﻋﻦ ﺇﻫﺎﻧﺘﻬﺎ ﻭﻋﻦ ﺃﻡ ﺳﻠﻤﺔ ـ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ـ ﺃﻧﻬﺎ ﺫﻛﺮﺕ ﻟﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -، ﻛﻨﻴﺴﺔ ﺭﺃﺗﻬﺎ ﺑﺄﺭﺽ اﻟﺤﺒﺸﺔ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ اﻟﺼﻮﺭ ﻓﻘﺎﻝ، – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -: «ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺇﺫا ﻣﺎﺕ ﻓﻴﻬﻢ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﺼﺎﻟﺢ ﺃﻭ اﻟﻌﺒﺪ اﻟﺼﺎﻟﺢ ﺑﻨﻮا ﻋﻠﻰ ﻗﺒﺮﻩ ﻣﺴﺠﺪا ﻭﺻﻮﺭﻭا ﻓﻴﻪ ﺗﻠﻚ اﻟﺼﻮﺭ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺷﺮاﺭ اﻟﺨﻠﻖ ﻋﻨﺪ اﻟﻠﻪ»

ﻭﻋﻦ ﻋﻠﻲ ـ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ـ ﻗﺎﻝ ﻷﺑﻲ اﻟﻬﻴﺎﺝ اﻷﺳﺪﻱ: “ﺃﻻ ﺃﺑﻌﺜﻚ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ؟ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -، ﺃﻥ ﻻ ﺗﺪﻉ ﺻﻮﺭﺓ ﺇﻻ ﻃﻤﺴﺘﻬﺎ ﻭﻻ ﻗﺒﺮا ﻣﺸﺮﻓﺎ ﺇﻻ ﺳﻮﻳﺘﻪ”.

ﻓﺪﻟﺖ اﻟﻨﺼﻮﺹ ﻫﺬﻩ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻊ اﻟﺒﻨﺎء ﻋﻠﻰ اﻟﻘﺒﻮﺭ ﻛﻤﺎ ﺩﻝ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻵﺧﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻊ ﺇﻧﺎﺭﺗﻬﺎ ﻗﺎﻝ، – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -: «ﻟﻌﻦ اﻟﻠﻪ ﺯاﺋﺮاﺕ اﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭاﻟﻤﺘﺨﺬﻳﻦ ﻋﻠﻴﻬﺎ اﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭاﻟﺴﺮﺝ»
.
ﻭﻣﻦ اﻟﺰﺧﺮﻓﺔ اﻟﻤﻤﻨﻮﻋﺔ اﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﻛﺬا ﻣﻦ ﺗﻌﻈﻴﻤﻬﺎ اﻟﻤﻤﻨﻮﻉ ﺷﺮﻋﺎ ﻭﺿﻊ ﺃﻛﺎﻟﻴﻞ اﻟﺰﻫﻮﺭ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻭ ﺗﻘﺪﻳﻢ ﺷﻲء ﻟﻬﺎ ﻣﻦ اﻷﻣﻮاﻝ ﺃﻭ ﺳﻔﻚ اﻟﺪﻣﺎء ﻋﻨﺪﻫﺎ ﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﺷﺒﺎﻫﻪ ﻣﻦ اﻟﻐﻠﻮ ﻓﻲ اﻟﻘﺒﻮﺭ اﻟﻤﻤﻨﻮﻉ ﺷﺮﻋﺎ اﻟﻤﺆﺩﻱ ﺇﻟﻰ اﻟﺸﺮﻙ.

المصدر : الأسئلة والأجوبة في العقيدة للشيخ العلامة صالح الاطرم رحمه الله ( 1 / 52 )

Sumber http://forumsalafy.net/hukum-meninggikan-kuburan-dan-menghiasinya-2/
[ 07.09.2016 ]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim