Hukum Memanggil Seseorang dengan Panggilan Yang Tidak Menunjukkan Namanya

*HUKUM MEMANGGIL SESEORANG DENGAN INISIAL YANG TIDAK MENUNJUKKAN NAMANYA*

*_Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al 'Abbad hafizhahullah_*

*Pertanyaan:*
Kami di Indonesia memiliki kebiasaan  memanggil saudara-saudara kami dengan menyingkat nama mereka seperti jika seseorang namanya Abdurrahman, maka kami memanggilnya (Man!) dan jika namanya Abdullah kami memanggilnya (Dul). Bolehkah hal ini?

*Jawaban:*
Tidak ada keterpautan antara (Man) dan Abdurrahman. Seandainya namanya Manshur, maka bisa dia memanggilnya (Man) karena Man sebagian dari Manshur.

Namun saya katakan: Panggillah oleh kalian dengan nama lengkapnya itu lebih baik bagi kalian.

📀Syarhu Sunan Abi Dawud 496

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 09.09.2016 ]

حكم مناداة الشخص برموز لا تدل على اسمه
السؤال: نحن في أندونيسيا من عادتنا أن ننادي إخواننا بأسمائهم مختصرة -فمثلاً- إذا كان الرجل اسمه عبد الرحمن، نناديه: (من!)، وإذا كان عبد الله نناديه (دل) فهل يجوز هذا؟الجواب: ليس هناك تناسق بين (من) و(عبد الرحمن) لو كان الاسم (منصور) فيمكن يناديه: (من) لأنه بعض (منصور)، فأقول: نادوا بالأسماء كاملة خير لكم.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim