Hukum Bayi Tabung

HUKUM BAYI TABUNG

Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apa hukum bayi tabung yaitu mengambil air mani suami lalu diletakkan dalam rahim istri melalui tabung dengan perantara dokter pria atau wanita?

Jawaban:
Bayi tabung yaitu diambilnya air mani suami lalu diletakkan dalam rahim istri melalui tabung.

Permasalahan ini sangat berbahaya. Siapa yang merasa aman dengan seorang dokter terhadap peletakan air mani fulan dalam rahim istri itu ternyata orang lain/bukan suaminya?

Berdasarkan hal ini kami berpendapat untuk ditutupnya pintu ini dan kami tidaklah berfatwa bolehnya kecuali dalam permasalahan tertentu dimana kami mengetahui suami dan istri serta dokternya.

Adapun membuka pintu ini, maka dikhawatirkan akan timbul darinya kejelekan dan masalah ini tidak sepele karena sekiranya terjadi padanya penipuan, mesti memasukkan nasab anak ke dalam silsilah keturunan sehingga terjadi kekacauan dalam silsilah keturunan.

Hal ini diantara perkara yang diharamkan syariat.
Oleh karena ini Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

(Tidaklah wanita yang hamil itu dinikahi (dijima') hingga dia melahirkan)

Jadi saya tidak berfatwa kebolehannya kecuali Anda menyebutkan permasalahan tertentu yang saya mengetahui padanya suami dan istri serta dokternya.

📚Majmu' Fatawa wa Rasail

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 20.09.2016 ]

سئل فضيلة الشيخ رحمه الله تعالى: ما حكم التلقيح الصناعي طفل الأنابيب وهو أخذ ماء الزوج فيوضع في رحم الزوجة عن طريق أنابيب بواسطة طبيب أو طبيبة؟
فأجاب فضيلته بقوله: التلقيح الصناعي: أن يُؤخَذ ماءُ الزوج ويُوضَع في رحم الزوجة عن طريق أنابيب (إبرة)، وهذه المسألة خطيرة جداً، ومَن الذي يأمن الطبيب أن يلقي نطفة فلان في رحم زوجة شخص آخر؟! ولهذا نرى سدَّ الباب ولا نفتي إلا في قضية معينة بحيث نعرف الرجل والمرأة والطبيب، وأما فتح الباب فيُخشى منه الشرُّ. وليست المسألةُ هيِّنةً؛ لأنه لو حصل فيها غش لزم إدخال نسب في نسب، وصارت الفوضى في الأنساب وهذا مما يحرمه الشرع، ولهذا قال النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لا توطأ حامل حتى تضع»، فأنا لا أفتي في ذلك. اللهم إلا أن ترد إليّ قضية معينة أعرف فيها الزوج والمرأة والطبيب.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim