Apakah Lafazh Sayyid Dilarang Darinya?

*APAKAH LAFADH SAYYID DILARANG DARINYA?*

Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu asy Syaikh hafizhahullah

Pertanyaan:
Jika lafadh sayyid dilarang disebabkan beberapa perkara diantaranya: sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: hanyalah sayyid itu Allah; lafadh itu hanyalah berfaedah membatasi sehingga termasuk lafadh yang dilarang untuk selain  Allah; karena lafadhnya mutlak; dan karena kami mendapati penjelasan seorang syaikh rahimahullah bahwa lafadh sayyid digunakan karena orang sesat menghendaki dengannya makna yang batil. Namun sekarang kami mendapati sebagian faktur dan lainnya serta cek bahwasamnya mereka mengatakan di dalamnya lafadh sayyid. Mohon Anda menjelaskan kepada kami hal ini bila suatu yang mungkar?

Jawaban:
Ya ikhwan, hadits Aku adalah sayyid (pemimpin) anak adam merupakan hadits yang shahih dan paling shahih dari hadits sayyid itu Allah: Aku pemimpin anak adam dan tidak ada bangga diri; haditsnya shahih.

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sayyid kita tidak diragukan lagi. Namun kita tidak banyak berbicara tentangnya karena pujian Allah atas Beliau dengan seorang hamba lebih sempurna.

Kita mengatakan Muhammad sayyid kita dan sayyid para Nabi dan Rasul, namun kita tidak banyak berbicara tentangnya dikarenakan Allah mensifatinya dengan hamba itu lebih sempurna daripada mensifati dengan kemuliaan.

Jadi, Beliau adalah sayyid dan hamba Allah.

🌏http://www.mufti.af.org.sa/node/2213

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 28/09/2016 ]
هل لفظة السيد منهي عنه ؟

السؤال : إذا كان لفظ السيد منهي عنها وذلك لأمور منها قوله صلى الله عليه وسلم: " إنما السيد الله "؛ فلفظة إنما تفيد الحصر فهي من الألفاظ المنهي عنها لغير الله؛ لأنها مطلقة، ولأننا وجدنا شرح الشيخ -رحمه الله- أن لفظ السيد تستخدم يريد بها أهل الضلال معنى باطلا، ونجد الآن بعض الفواتير وغيرها والشيكات أنهم يقولون: لفظة السيد فأرجو أن توضحوا لنا هذا إن كان منكراً؟

الجواب: يا أخواني حديث: " أنا سيد ولد آدم صحيح "، وأصح من حديث السيد الله: " أنا سيد ولد آدم ولا فخر "، حديث صحيح، والنبي سيدنا بلا شك ولا ريب، لكن نحن لا نكثر منها؛ لأن ثناء الله عليه بالعبودية أكمل؛ فنحن نقول: محمدٌ سيدنا وسيد الأنبياء والمرسلين، لكننا لا نكثر منها؛ لأجل أن الله وصفه بالعبودية أكمل من وصف السيادة، وهو سيدٌ وهو عبد الله.


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim