Antisipasi Gangguan dari Iran dalam Ibadah Haji 1437 H, Saudi Kerahkan Ribuan Personil Pasukan Khusus

Manuver yang dilakukan negara Syiah, Iran, demi menjatuhkan kredibilitas Arab Saudi sepertinya tak akan pernah menemui batas akhir. Berbagai isu pun diangkat untuk mencari celah yang bisa dimanfaatkan untuk memblow-up kebobrokan yang diharapkan ada pada Arab Saudi. Setelah beberapa waktu yang lalu Iran melemparkan tuduhan kepada Arab Saudi sebagai sumber terorisme, kini Iran kembali mencari masalah dengan mencoba mengorek-ngorek kekurangan Arab Saudi dalam pelaksanaan ibadah haji.
Pemimpin Tertinggi Syiah Iran, Ali Khamenei, sebagaimana dilansir Al Araby, Senin (5/9/2016) mengatakan bahwa keluarga istana Saudi melakukan tindakan politisasi dalam ibadah haji. Menurutnya, praktik itu terjadi karena mereka sudah menjadi setan kecil yang lemah dan takut akan kepentingan setan besar (Amerika Serikat).
Khamenei juga mengkritik respons Arab Saudi terhadap insiden saling dorong yang membunuh 2.300 jamaah haji dalam tragedi Mina, di mana 464 di antaranya adalah warga Iran. “Orang-orang Arab yang kejam dan suka melakukan kejahatan itu mengunci korban yang masih hidup bersama dengan mereka yang telah meninggal dalam sebuah wadah tertutup rapat dan menganiaya mereka,” ujar Khamenei.
Khemenei juga mengajak pengikutnya melawan pelayanan haji oleh pemerintah Saudi. Dia mengajak simpatisannya melakukan revolusi dan mengudeta pelayanan haji yang selama ini dipegang Kerjaan Saudi.
Sampai disini Anda boleh tersenyum atau bahkan tertawa lepas mendengar tuduhan tokoh tertinggi Syiah Iran ini. Yang pasti, Arab Saudi dengan segala kelebihan yang ada, telah memberikan pelayanan yang ekstra maksimal untuk menyambut jamaah haji dari seluruh penjuru dunia. Pelayanan yang sepertinya tidak akan sanggup dilakukan oleh negara muslim manapun di dunia saat ini.
Sudah sejak lama Iran mengkritisi pengelolaan ibadah haji Arab Saudi yang dinilai banyak penyimpangan, monopoli bahkan dianggapi disusupi nuansa bisnis. Tujuannya cuma satu,yaitu agar pengelolaan ibadah haji lepas dari Arab Saudi dan ditangani oleh sebuah konsorsium negara-negara Islam. Ajakan yang terdengar indah, namun penuh dengan niatan busuk dibaliknya.
Yang diinginkan Iran sebenarnya adalah penguasaan terhadap dua kota suci, Makkah dan Madinah, sebagaimana mereka telah menguasai Baghdad, Damaskus dan San’aa. Namun gelagat ini telah terbaca oleh otoritas Arab Saudi. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohamad bin Nayef melalui akun twitter @SaudiNews50 secara tegas menyatakan, “Kami tidak akan membiarkan Iran atau yang lainnya mengganggu keamanaan dan melakukan hal-hal yang membahayakan keselamatan para jamaah haji.”
Pemerintah Kerajaan tidak mau kecolongan lagi seperti insiden Mina tahun lalu. Tidak main-main, tahun ini kerajaan melakukan show of force dengan menerjunkan sejumlah besar pasukan keamanan yang disebut sebagai Total Protection, untuk mengamankan jalannya proses ibadah haji dari segala macam gangguan. Hal ini yang tentu saja membuat Iran semakin meradang, dan membuat Khamenei melontarkan tuduhan yang aneh-aneh.
Dalam keterangan yang dikeluarkan kantor berita Saudi, SPA, Putra Mahkota Kerajaan Mohamad bin Nayef menyebut kritik Pemimpin Iran itu tak objektif dan tidak memiliki kredibilitas. Ia pun mengingatkan Khamenei, Saudi sebelumnya telah memberikan akomodasi serta fasilitas seperti jamaah lain. Namun, Nayef menilai Iran justru telah membahayakan keamanan ibadah haji.
“Kerajaan tak akan mengizinkan cara apa pun yang bertentangan dengan ritual haji sehingga dapat mengganggu keamanan dan mempengaruhi keselamatan para jamaah,” ujarnya.
Menurut Nayef, Pemerintah Iran tak peduli apakah warganya ikut pelaksanaan haji atau tidak. Saudi menuding, Teheran hanya mencoba mempolitisasi haji dengan slogan serta mengganggu keamanan jamaah. “Otoritas Iran yang tak ingin jamaah Iran datang ke sini,”ujarnya. Nayef menegaskan, haji merupakan ritual suci. Tidak ada satu pun yang boleh mengganggu para jamaah.
“fs”

sumber http://serambiharamain.com/antisipasi-gangguan-dari-iran-dalam-ibadah-haji-1437-h-saudi-kerahkan-ribuan-personil-pasukan-khusus/
[ 07.09.2016 ] 

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim