Metode Pembelajaran Kitab Qowa'idul Arba' untuk Anak

📝📚🗒 SILSILAH AL-FATAWA AT-TARBIYAH

📒 Metode Pembelajaran Kitab Qowa'idul Arba' untuk Anak

💺 Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhori حفظه اللّه تعالى

🔒 PERTANYAAN

Apakah ada metode mengajarkan anak-anak - dibawah usia sepuluh tahun - Kitab Qowa'idul Arba' yang penting ini?

🔓 JAWABAN

"Ya, termasuk pembelajaran kepada anak kecil yaitu untuk meminta mereka menghafal matan ini dan memahamkan kepada mereka arti kata-kata yang asing saja.

📖 Apabila ia memahami setelah diulang-ulang kepadanya, jelaskan kepadanya dengan keterangan yang umum.

Tidak mengapa yang demikian apabila ia mampu menalar. Hal ini baik dan bermanfaat.

📍PEDULILAH TERHADAP (TARBIYAH) ANAK-ANAK KECIL!

Aku katakan,"Pedulilah terhadap anak-anak dan balita bagi yang memiliki anak kecil dan saudara yang masih kecil!"

🚨 Ini permasalahan yang sangat penting. Tidak boleh lalai darinya. Sebab anak kecil ini kelak menjadi pemuda dan dewasa. Sehingga perhatian kepadanya penting dan ditekankan.

Dan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam sungguh memperhatikan anak-anak kecil. Beliau -alaihis shalaatu wassalaam- dahulu pernah membimbing Hasan (bin Ali bin Abi Tholib) ketika merangkak dan mendatangi kurma dari sedekah. Beliau bersabda:

كَخْ كَخْ atau كِخْ كِخْ

(Yaitu: ucapan larangan kepada anak dari mengambil sesuatu atau karena jijik terhadap sesuatu)

Dalam penetapan harakatnya ada duabelas bahasa(ucapan).

Beliau -alaihis shalaatu wassalaam- lalu bersabda:

أَمَا عَلِمْتَ أَنَّا لَا نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ

"Tidakkah engkau mengetahui bahwa kita tidak boleh makan dari sedekah."

🚁 Dalam keadaan ia(Hasan) masih kecil namun Beliau mendidik dan mengajarinya. Dan hukum ini kita ambil pula sepeninggal Beliau. Kisah itu menjadi (sumber dalil untuk) berbagai hukum dan faidah.

‼️ Maka dengan sebab ini, perhatian kepada anak-anak itu penting. DAN SIAPA YANG MENYIA-NYIAKAN (TARBIYAH) ANAK KECIL MAKA IA TELAH MENYIA-NYIAKAN HARTA YANG BERHARGA. Sehingga janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.

🔴 Perhatikan, bersemangat, dan nasihatilah ia(anak)! Didiklah ia dengan tarbiyah yang baik lagi bermanfaat, kelak ia akan memberi manfaat kepadamu -in sya Allah- ketika kamu butuh kepadanya.

Di dalam hadits yang Shahih :

إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ

"Apabila bani Adam meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara" -dan diantara yang Beliau -alaihis shalaatu wassalaam- sebut

أوْ وَلَدٍ صاَلِحٍ يَدْعُولَهُ

"atau anak shalih yang mendo'akan kebaikan untuknya."

🌺🌷 Dan keshalihan orangtua berpengaruh terhadap keshalihan anak. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

"Dan kedua orangtuanya adalah orang shalih." [Q.S. Al-Kahfi : 82]

🔎 Sehingga perhatikanlah lalu perbaiki dirimu dan berusahalah untuk keshalihan anak keturunanmu. Semoga Allah mengaruniai barokah-Nya kepada kalian.

⚪️ Sumber || http://miraath.net/questions.php?cat=125&id=2873

✍Alih bahasa: al-Ustadz Abu Yahya Abdulloh al-Maidaniy حفظهُ اللّه تعالى

● ● ● ● ● ●
📝🎨📡 Majmu’ah Tarbiyatul Aulad
📟 Channel Telegram: http://bit.ly/tarbiyatulAulad
----------------------
Pada 02.07.2016


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim