Memperingati hari kelahiran nabi berdalil dengan hadits puasa senin kamis

Tanya:
Bagaimana kalau ada yang berdalil dengan hadits ini tentang bolehnya memperingati hari kelahiran rasul shallallahu 'alaihi wasallam tanggal berapa? Dua belas rabi'ul awwal. Buktinya rasulullah memperingatinya dengan puasa, kan begitu. Jadi bagaimana kira-kira ustadz?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh hafizhahullah

Jawabannya adalah syariat ini sudah sempurna. Dan orang yang paling paham tentang syariat ini siapa setelah rasul? Sahabatnya, yang paling paham sudah, yang paling paham tentang syariat islam, adalah para sahabat, al khulafa ar rasyidin, Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali. Mereka lebih paham dari kita. Atau ada diantara kita yang lebih paham dari khulafa ar rasyidin? Ustadz darimana yang lebih paham dari khulafa ar rasyidin? Mungkin ada ustadz atau da'i, atau imam. Darimana kira-kira yang lebih tahu, lebih pandai, dibandingkan al khulafa ar rasyidin? Kalau ada, saya tunggu laporannya. Kalau ada yang lebih pandai dari al khulafa ar rasyidin.

Pertanyaan berikutnya, atau sebelum itu adakah al khulafa ar rasyidin memahami, adakah al khulafa ar rasyidin yang kita diperintahkan oleh rasul untuk mengikuti sunnah mereka:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ
"Wajib kepada kalian, disaat kalian mendapati perbedaan dan perselisihan untuk kembali dan berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnahnya khulafa ar rasyidin"

Kita tanya sekarang, apakah memperingati hari kelahiran nabi dicontohkan dalam sunnahnya khulafa ar rasyidin? Ini perlu ditanya kan? Kalau jawabannya ada, ya mari ramai-ramai kita adakan. Lha wong kita cinta, berharap untuk tergolong orang-orang yang cinta kepada rasul. Berikutnya, siapa sih yang lebih cinta kepada nabi? Kita atau para sahabat? Siapa yang lebih besar nilai kecintaannya kepada rasul, kita atau sahabat? Kalau ada yang menyatakan kita, masya Allah, spektakuler na'am, luar biasa. Kalau jawabannya adalah sahabat, ya memang benar sahabat yang paling cinta kepada rasul dan tidak diragukan lagi. Terkhusus al khulafa ar rasyidin, juga para istrinya. Juga para istrinya, Aisyah kemudian Hafshah, kemudian siapa lagi? Ummu Salamah, kemudian siapa lagi? Zainab, Ummu Habibah, istri-istri rasul shallallahu 'alaihi wasallam.

Mereka semua cinta kepada nabi, sangat bersedih ketika rasulullah meninggal. Kira-kira orang-orang yang cintanya kepada nabi, hidup bersama nabi, susah senang bersama rasul, memberikan contoh bahwa diperingatinya hari kelahiran beliau. Kalau ada satu saja dari mereka, masya Allah sudah bagus. Ternyata tidak ada satupun dari sahabat, apalagi al khulafa ar rasyidin yang melakukan hal seperti itu. Dan tidak memahami hadits ini dengan seperti itu.

Maka sudahlah kita jangan mengintervensi syariat. Jangan mengintervensi:

اليَومَ أَكمَلتُ لَكُم دينَكُم
"Hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian, agama kalian" (QS Al-Maidah: 3)

Jangan! Sekarang saja, kalau ada yang berani menyatakan bahwa dalam permainan sepak bola secara resmi menyentuh bola tidak apa-apa, pemain selain kiper. Kira-kira gimana? Ya rusak kan, iya? Ini orang intervensi dalam aturan sepak bola. Padahal cuma aturan sepak bola, tidak boleh kita intervensi. Apalagi dalam urusan syariat, maka dari itu jawabannya adalah tidak dibenarkan sama sekali kita melakukan amalan tanpa ada contoh dari rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya.

www.thalabilmusyari.web.id

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim