Hukum Salat Dua Rakaat Di Malam Pernikahan Bila Istri Sedang Haid

⚖ 🎀 🏡 SILSILAH FATWA ULAMA

☄☄☄☄☄🌸🌼🌸☄☄☄☄☄

🌹❓ HUKUM SALAT DUA RAKAAT DI MALAM PERNIKAHAN BILA SI ISTRI SEDANG HAID.

💐 Pertanyaan :
——————————

✅ Apabila si suami mendapati istrinya sedang haid di malam pernikahannya, apakah dia salat dua rakaat sendirian ataukah menanti hingga istrinya suci? Wa jazâkumullâhu khairâ.❓

🌷 Jawaban :

✅ Alhamdulillâhi rabbil 'âlamîn wash shalâtu was salâmu 'alâ man arsalahullâhu rahmatan lil 'âlamîn, wa 'alâ âlihî wa shahbihî wa ikhwânihî ilâ yaumid dîn. Ammâ ba'du,

🎗 Adapun salat suami-istri maka disunahkan untuk mereka kerjakan sebanyak dua rakaat bersama-sama, karena sahihnya atsar-atsar tentang hal itu.

👋🏻 Dan suami meletakkan tangannya di atas kepala istri serta berdoa ketika mendatanginya atau sebelumnya.

☝🏻Dia menyebut nama Allâh - subhânahû wa ta'âlâ - lalu berdoa agar Allah memberkahi untuk dirinya dan untuk istrinya.

Seperti yang tersebut dalam hadis,

«اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّها وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ»

"Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan sifat yang dengan itu Engkau ciptkan dia. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sifat yang dengan itu Engkau ciptakan ia."
👍  Dan hendaknya dia doakan dengan keberkahan.

⛔ Namun jika ia dapati istrinya dalam keadaan haid di malam itu, maka nampaknya dia salat sendirian sebab ada halangan istrinya salat bersamanya. Dan diharapkan istrinya mendapat pahala salat karena adanya niat, in syâ Allâh ta’âlâ.

💪🏼 Suami bersegera mengerjakan dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah 'azza wa jalla atas taufik-Nya untuk melaksanakan sunah para nabi dan rasul, yang kita berpetunjuk dengan bimbingan mereka dan mengikuti jejak-jejak mereka. Sebagaimana yang Allah subhânahu wata'âlâ firmankan (artinya) :

"Dan sungguh Kami mengutus para rasul sebelummu (wahai Muhammad), dan Kami jadikan untuk mereka pasangan-pasangan dan keturunan." [QS. Ar-Ra'du: 38].

🎀 Dan seperti yang tak samar lagi bahwa wanita di saat haidnya diharamkan mengerjakan salat dan beberapa amalan lainnya, berdasarkan sabda Nabi shallâhu 'alaihi wa sallam
_"Dia tinggalkan salat di hari-hari haidnya."

👆🍒🍯 Tapi bersamaan dengan itu, haidnya tidak menghalangi untuk melakukan amalan-amalan lainnya yang disunahkan saat malam perkawinan, seperti: ~bercumbu rayu dengannya,
~meletakkan tangan di atas kepalanya,
~dan bersenang-senang dengannya pada selain kemaluan.

_🔏 Wal 'ilmu 'indallâhi ta'âlâ. Wa âkhiru da'wânâ anil hamdu lillâhi Rabbil 'âlamîn. Wa shallallâhu 'alâ Muhammadin wa 'alâ âlihî wa shahbihî wa ikhwânihî ilâ yaumid dîn, wa sallama taslîma_

_________🌸🎀🌸_________

حكم صلاة الركعتين ليلةَ الزفاف
إذا كانت الزوجةُ حائضًا
السؤال:
إذا وجد الزوجُ زوجتَه حائضًا ليلةَ زِفافِها فهل يُصلِّي الركعتين وَحْدَه أم ينتظر حتَّى تَطْهُر؟ وجزاكم الله خيرًا.
الجواب:
الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على مَن أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدِّين، أمَّا بعد:
فأمَّا صلاةُ الزَّوْجَين فإنَّه يُستحَبُّ أن يُصلِّيَا ركعتين معًا لثبوتِ الآثار في ذلك(١)، وأن يَضَعَ يَدَه على رأس الزوجة، ويَدْعُوَ عند البناء بها أو قبل البناء، ويُسمِّيَ اللهَ ـ سبحانه وتعالى ـ، ويدعوَ ليُبارِكَ له ولها، كما وَرَدَ في الحديث: «... «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ»، وَلْيَدْعُ بِالبَرَكَةِ»(٢).
لكن إن وَجَدَ أهلَه حائضًا في تلك الليلةِ فالظاهرُ أنه يُصلِّي وَحْدَه لوجود المانعِ مِن صلاتها معه، ويُحْتَسَبُ لها أجرُ صلاتها لقيام النِّيَّة ـ إن شاء اللهُ تعالى ـ، ويُبادِر بالركعتين شُكرًا لله ـ عزَّ وجلَّ ـ على ما وَفَّقَهُ للامتثال لسُنَّة الأنبياء والمُرْسَلين، الذين نهتدي بهُدَاهُمْ ونقتفي آثارَهم كما قال سبحانه وتعالى: ﴿وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلٗا مِّن قَبۡلِكَ وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ أَزۡوَٰجٗا وَذُرِّيَّةٗۚ﴾[الرعد: ٣٨].
وكما لا يخفى فإنَّ المرأةَ حالَ حَيْضَتِها يَحْرُمُ عليها الصلاةُ وغيرُ ذلك مِن الأفعال لقولِ النَّبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم: «تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا»(٣)، لكن مع ذلك فإنَّ حَيْضَتَها غيرُ مانعةٍ لأفعالٍ أخرى جاء استحبابُها في ليلةِ الزِّفافِ: كمُلاطَفَتها ووضعِ اليد على رأسها والاستمتاعِ بها دون الفَرْج.
والعلمُ عند الله تعالى، وآخِرُ دعوانا أنِ الحمدُ لله ربِّ العالمين وصلَّى الله على محمَّدٍ وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدِّين، وسلَّم تسليمًا.

[ 🚖 ] WA KITASATU
[ 💰 ] Channel: Https://tlgrm.me/KajianIslamTemanggung

🌹🎀🌹Masih awal Syawal 1437 H
Pada 12.07.2016


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim