Hukum Kencing Dan Kotoran Sesuatu Yang Dimakan Dagingnya Dan Sesuatu Yang Tidak Dimakan Dagingnya

*HUKUM KENCING DAN KOTORAN SESUATU YANG DIMAKAN DAGINGNYA DAN SESUATU YANG TIDAK DIMAKAN DAGINGNYA*

*_Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah_*

*Pertanyaan:*
Terkait dengan kencing dan kotoran hewan yang dimakan dagingnya, apakah najis dan membatalkan wudhu ataukah tidak?

*Jawaban:*
Kencing dan kotoran hewan yang dimakan itu suci dan tidak harus mencuci pakaian dan badanmu jika terkena sesuatu darinya, berdasarkan dalil:

Bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberi keringanan shalat di kandang kambing yaitu tempat menderumnya ketika tidur dan bermalam, padahal kandangnya tidak kosong dari kotoran dan kencingnya.

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga memerintahkan orang-orang dari kabilah Urainah mendatangi unta shadaqah dan meminum kencing dan air susunya.

Akan tetapi jangan shalat di tempat menderumnya unta karena Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang darinya, namun bukan karena kenajisannya tetapi untuk suatu maksud yang belum kita ketahui hikmahnya menurut sebagian ulama atau diketahui hikmahnya menurut ulama yang lain yakni bahwasannya unta itu diciptakan dari setan, sehingga setan berada di tempat menderumnya  mempengaruhi unta yang diciptakan dari setan ini. Oleh karenanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang shalat di tempat menderum unta.

Adapun kencing dan kotoran sesuatu yang tidak dimakan dagingnya najis seperti bighal (peranakan kuda dan keledai), keledai, singa, dan lain-lain.

Namun apakah membatalkan wudhu? Jawabannya: tidak membatalkan wudhu sampaipun segala sesuatu yang najis tidak membatalkan wudhu karena najis wajib dibasuh saja dan tidak wajib wudhu karenanya.

📀Liqa' al-Bab al-Maftuh 35

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 10.07.2016

حكم بول وروث ما يؤكل لحمه وما لا يؤكل
السؤال: بالنسبة للبول وروث الحيوانات التي يؤكل لحمها هل هي نجسة وتنقض الوضوء أم لا؟الجواب: بول وروث الحيوان المأكول طاهر، ولا يلزم إذا أصابك منها شيء أن تغسل ثيابك أو بدنك، ودليل ذلك: أن النبي صلى الله عليه وسلم رخص في الصلاة في مرابض الغنم، وهو محل ربضها عند المنام والمبيت، وهو لا يخلو من الروث ومن البول، وأمر النبي صلى الله عليه وسلم العرنيين أن يلحقوا بإبل الصدقة ويشربوا من أبوالها وألبانها، ولكن لا يصلى في معاطن الإبل؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ذلك، وليس من أجل نجاستها بل لمعنى لا نعقله عند بعض العلماء، أو هو معقول عند آخرين وهو يعني أن الإبل خلقت من الشياطين فيكون في معاطنها تأثير من هذه الإبل التي خلقت من الشياطين، فلذلك نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن الصلاة في معاطنها.وأما بول ما لا يؤكل لحمه وروثه فإنه نجس كالبغل والحمار والهر ونحو ذلك، وأما هل تنقض الوضوء؟ الجواب: لا تنقض الوضوء حتى الأشياء النجسة لا تنقض الوضوء؛ لأن النجس يجب غسله فقط ولا يجب الوضوء له.

مصدر: لقاء الباب المفتوح 35 للشيخ العثيمين


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim