Hukum Hadits: Allahummaj'alni Minat Tawwabiina Waja'alni Minal Mutathahhiriin

*HUKUM HADITS: ALLAHUMMAJ'ALNI MINAT TAWWABIINA WAJA'ALNI MINAL MUTATHAHHIRIIN*

🔉 *_Syaikh Abdul Muhsin al-'Abbad hafizhahullah*_

*Pertanyaan:*
Bagaimana kondisi hadits:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

ALLOOHUMMAJ’ALNI MINAT TAWWABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN

Artinya:

Ya ALLAH, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang rajin bertaubat dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang selalu menyucikan diri.

setelah selesai wudhu?

*Jawaban:*
Telah saya sebutkan sebelumnya pada bab apa yang diucapkan setelah wudhu, bahwa diantara doa yang diucapkan setelah wudhu:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WAROSULUH.

Artinya:

Aku bersaksi bahwa sesungguhnya  tidak ada Ilaah (Sesembahan) yang berhak diibadahi  dengan benar selain ALLAH yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Riwayat inilah yang disebutkan oleh Imam Muslim. Sehingga saya katakan: sesungguhnya riwayat

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi, namun ada pembicaraan padanya dikarenakan berasal dari riwayat Abu Idris al-Khawlani dari Umar sedangkan dia tidak mendengar dari Umar Radhiyallahu 'Anhu. Hanya saja Syaikh al-Albani rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya Irwa' al-Ghalil bahwa hadits riwayat Imam at-Tirmidzi memiliki hadits pendukung yang diriwayatkan ath-Thabrani dan selainnya dari kalangan ahli hadits dari tsawban dan selainnya, sehingga jadilah hadits tersebut sebagai penguat jalan periwayatan imam at-Tirmidzi yang di dalamnya ada pembicaraan.

Beliau juga mengatakan: sesungguhnya diantara perkara yang shahih adalah hendaknya diucapkan setelah wudhu besama doa tersebut lafazh:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

SUBHAANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA ASSYHADU ALAA ILAHA ILLA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK

Artinya:

‘Maha Suci Engkau, Ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada yang berhak diibadahi, kecuali Engkau. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu’

📀Syarh Sunan Abi Dawud 30

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
[ 25.07.2016 ]

الحكم على حديث: (اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين)
السؤال: ما حال حديث: (اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين) بعد الفراغ من الوضوء؟ الجواب: ذكرنا سابقاً في باب ما يقال بعد الوضوء أن مما يقال بعد الوضوء: (أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله)، وهذه الرواية هي التي جاءت عند مسلم ، وقلت: إن رواية: (اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين) جاءت عند الترمذي وفيها كلام؛ لأنها من رواية أبي إدريس الخولاني عن عمر وهو لم يسمع منه، لكن ذكر الشيخ الألباني في إرواء الغليل أن حديث عند الترمذي له شواهد عند الطبراني وغيره من المحدثين عن ثوبان وعن غيره، فيكون شاهداً لهذه الطريق التي فيها كلام عند الترمذي ، وقال أيضاً: إن مما ثبت أنه يقال بعد الوضوء أن يقول مع هذا: (سبحانك اللهم وبحمدك، لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك).


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim