Bermimpi untuk Perpustakaan Baitul Azmi di Kebon Suwung

BERMIMPI
Inilah kebon suwung 9 bulan yang lalu. Kala itu ketika pak guru, Ustadz Mukhtar Hafidzahulloh menyebut akan mendirikan sebuah Perpustakaan dengan kapasitas ribuan kitab, seakan seperti mimpi. Mimpi yang gak asyik. Masa iya sih dipelosok kampung seperti ini mau bikin Perpustakaan.
TERBANGUN
Eh.... Ternyata pak guru serius to. Setelah nomor hp pribadi dinonaktifkan, katanya untuk mengurangi kegiatan diluar kota, biar bisa fokus di Lendah, maka setiap hari beliau bergabung bersama para pekerja bakti di bonsuwung. Mantap. Kami bekerja bergiliran, sementara beliau aktif setiap hari, sampai nampak hitam legam terbakar matahari.
Semangat pak guru yang membarapun mampu mengusik jiwa kami, hingga semangat kamipun ikut berkobar .....
YAQIN
Optimis. Apalagi setelah sebuah bangunan berhasil didirikan. BAITUL AZMI. Kini kebon suwung pun tidak suwung lagi. Bahkan ramai. Sekitar 50-an massa Ahlussunnah setiap hari penuh konsentrasi belajar agama.
Baitul Azmi, kami meyakininya sebagai sebuah embrio, yang kelak suatu saat nanti akan menjadi besar, Insya Alloh.

Itulah yang terlihat diujung sana. Baitul Azmi. Cikal bakal Perpustakaan Islam Lendah. Mohon do'a dan dukungannya. Monggo mampir .... Kami akan melayani sepenuh hati....
Baarakalloh fikum.
Komunitas Kajian lslam Lendah
telegram.me/kajianislamlendah/
Pada 04.07.2016
Mari mendekat dan masuk ke Baitul Azmi. Rumah tekad. Rumah Belajar. Tempat refreshing. Tempat berkumpul untuk mendengar Ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi dibacakan. Tempat kitab-kitab Ahlussunnah sementara dikumpulkan dan coba dibaca-baca.
Inilah sudut-sudut Baitul Azmi 

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim