Waktu Dikabulkannya Doa, Antara Zhuhur - Ashar Hari Rabu

MENGINGATKAN WAKTU DIKABULKANNYA DOA, ANTARA ZHUHUR -ASHAR HARI RABU..

📃 Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata: 

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam pernah berdoa di masjid ini masjid Al-Fath pada hari senin, hari selasa dan hari rabu, maka beliau dikabulkan pada waktu antara dua shalat di siang hari rabunya.

📢 Jabir bin Abdillah berkata: 
Dan tidaklah aku mengalami perkara yang penting lagi berat kecuali terbayang olehku waktu tersebut, lalu akupun berdoa kepada Allah di waktu tersebut, diantara dua shalat di hari Rabu di waktu tersebut kecuali aku mengetahui pengkabulan (doaku).

📑 Dikeluarkan Imam Ahmad dalam Musnadnya no 14153 dan dishahihkan Al-Albani dalam Sahih al-Adab Al-Mufrad no 542 rahimahumallah.
-----------
التذكير بالساعة المستجابة
بين الظهر والعصر من هذا اليوم  الأربعاء.
🔸عن جابر -رضي الله عنه-قال: دعا رسول الله صلى الله عليه وسلم في هذا المسجد مسجد الفتح يوم الاثنين ويوم الثلاثاء ويوم الأربعاء، فاستجيب له مابين الصلاتين من يوم الأربعاء.            
  قال جابر:ولم ينزل بي أمر مهم غليظ إلا توخيت تلك الساعة ،فدعوت الله فيه بين الصلاتين من يوم الأربعاء في تلك الساعة إلا عرفت الإجابة."
   أخرجه أحمد في المسند برقم 14153 و صححه الألباني في صحيح  الأدب المفرد برقم 542 رحمهما الله.

📚 Sumber || Channel Durus wa Fawaid Salafiyah.

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Pada 15.06.2016

🌷🌙 FAIDAH TERKAIT HADITS JABIR TENTANG WAKTU DIKABULKANNYA DO'A PADA HARI RABU (antara Zhuhur hingga Ashr)

⭕ Hadits tersebut didha'ifkan oleh al-'Allamah al-Mujahid Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafidzhahullah, sebagaimana dalam kitab beliau, "Baraa'atu ash-Shahaabah al-Akhyar min at-Tabarruk bi al-Amaakin wa al-Atsaar" (dalam kitab ini beliau membantah seorang ahlul bid'ah yg bernama : Abdul Aziz bin Abdul Fattah al-Qari'), karena adanya kelemahan dari empat sisi, yaitu :

1⃣ Perawi yang bernama Katsir bin Zaid al-Aslami adalah seorang perawi yang dhaif (lemah) sebagaimana telah dinyatakan lemah oleh para muhadditsiin.

2⃣ Adanya perawi yg bernama Abdullah bin Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik yang kondisinya majhul haal (mastur).

3⃣ Adanya perselisihan pada rangkaian sanadnya.

4⃣ Adanya kegoncangan periwayatan Katsir bin Zaid pada matan (redaksi) haditsnya, terkadang dia menyebut pada masjid al-Fath, terkadang menyebut pada masjid Quba, dan terkadang pula dalam riwayat lain menyebut masjid al-Ahzaab.

⚠ Atas dasar itu asy-Syaikh Rabi' menyebutkan bahwa hadits tersebut LEMAH, baik dari sisi sanadnya maupun matannya.

☄ Kemudian Syaikhul Islam mengisyaratkan pula tentang kelemahan perawi Katsir bin Zaid, sebagaimana dalam kitabnya "Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim".

Wallahu A'lam bi ash-Shawab, semoga bermanfaat. Menyusul faedah berikutnya Insya Allah Ta'ala.

🖋 Faidah dari al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah

🕋 Makkah al-Mukarramah
📆 (Rabu,10 Ramadhan 1437 H / 15 Juni 2016 M)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim