Tafsir Surat Yaasin Ayat 40

✅📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-40 Surat Yaasin.

👈 لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ 

🍃 Arti Kalimat: Tidak mungkin matahari menemui bulan, dan tidak mungkin malam mendahului siang. Semuanya mengalir (berenang) di garis edarnya.

☝️ Allah menetapkan matahari dan bulan memiliki lintasan orbit/ garis edarnya sendiri-sendiri. Keduanya tidak akan pernah bertemu atau bertabrakan. Kecuali pada saat terjadinya hari kiamat, matahari dan bulan akan bertemu (dikumpulkan).

✅ Sebagaimana dalam ayat:

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ

🍃 Matahari dan bulan dikumpulkan (Q.S al-Qiyaamah ayat 9).

🔰 Sebagian Ulama Tafsir juga menjelaskan makna: “tidak mungkin matahari menemui bulan” artinya tidak mungkin matahari dan bulan muncul di malam hari.
Sedangkan kalimat: “tidak mungkin malam mendahului siang”, artinya adalah tidak mungkin datang malam kecuali telah berakhirnya siang secara sempurna.

📖 Ayat Ke-41 Surat Yaasin.

👈 وَآَيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

🍃 Arti Kalimat: Dan salah satu tanda (Kekuasaan Allah) bagi mereka adalah Kami angkut keturunan (jenis mereka) dalam kapal yang penuh muatan.

☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala mengingatkan nikmat yang diberikan kepada mereka dan kekuasaan Allah bahwa Dia telah menyelamatkan keberlangsungan hidup manusia dengan mengangkutkan Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya ke dalam kapal/ bahtera yang penuh muatan agar diselamatkan dari banjir bandang yang sangat besar. Allahlah yang memerintahkan kepada Nabi Nuh untuk membuat kapal itu dan kemudian mengangkut manusia serta binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang berpasang-pasangan.

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

🍃 Lalu Kami wahyukan kepadanya: Buatlah perahu di bawah pengawasan dan wahyu Kami. Maka apabila telah datang perintah Kami dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam kapal itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) dan juga keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan menimpa adzab) di antara mereka. Dan janganlah engkau berbicara kepadaKu tentang orang-orang yang dzhalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan (Q.S al-Mu’minuun ayat 27).

🔰 Sebagian Ulama Tafsir menjelaskan bahwa makna “dzurriyatahum” adalah leluhur/ nenek moyang mereka. Namun, hal ini tidaklah dikenal dalam bahasa Arab, menurut Ibnu Athiyyah dalam Tafsirnya: al-Muharror al-Wajiiz. Pendapat ini juga diikuti oleh Syaikh Ibn Utsaimin, bahwa yang benar maksud dari dzurriyatahum adalah keturunan dari jenis mereka. Di antara jenis kita sebagai manusia adalah Nabi Adam dan Nabi Nuh alaihissalam. Allah selamatkan keturunan mereka yang tentunya berakibat terselamatkannya keturunan orang-orang setelahnya. Namun, untuk manusia yang sejaman dengan Nabi Nuh, hanya keturunan Nabi Nuh saja yang tetap ada hingga saat ini. Sebagaimana firman Allah:

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ (75) وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ (76) وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ (77)

🍃 Sungguh Nuh telah menyeru Kami, maka sebaik-baik yang menjawab seruan (adalah Kami). Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar. Dan Kami jadikan keturunannya orang-orang yang tetap ada (Q.S ash-Shoffaat ayat 75-77).

🌷 Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menyatakan:

لَمْ تَبْقَ إِلَّا ذُرِّيَّةُ نُوْحٍ عَلَيْهِ السَّلاَم

🍃 Tidaklah tersisa kecuali keturunan Nuh ‘alaihissalaam (riwayat atThobariy dalam Tafsirnya).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
http://telegram.me/alistiqomah
Pada 24.06.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim