Tafsir Surat Yaasin Ayat 38

✅📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-38 Surat Yaasin.

👈 وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

🍃 Arti Kalimat: dan matahari berjalan menuju tempat menetapnya. Yang demikian itu adalah takdir (ketetapan) dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

☀️ Matahari berjalan menuju tempat menetapnya (mustaqor) saat ia terbenam. Di manakah ‘tempat menetap’ bagi matahari? Dijelaskan dalam hadits shahih riwayat al-Bukhari bahwa tempat menetapnya adalah di bawah ‘Arsy.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي ذَرٍّ حِينَ غَرَبَتْ الشَّمْسُ أَتَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهَا تَذْهَبُ حَتَّى تَسْجُدَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَسْتَأْذِنَ فَيُؤْذَنُ لَهَا وَيُوشِكُ أَنْ تَسْجُدَ فَلَا يُقْبَلَ مِنْهَا وَتَسْتَأْذِنَ فَلَا يُؤْذَنَ لَهَا يُقَالُ لَهَا ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى { وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ }

🍃 Dari Abu Dzar –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam: Tahukah engkau ke mana perginya (matahari)? Aku (Abu Dzar) berkata: Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Nabi menyatakan: Sesungguhnya ia pergi hingga sujud di bawah ‘Arsy kemudian meminta idzin (kepada Allah) dan diidzinkan untuknya. Dan hampir saja (saat hari kiamat) saat ia sujud tidak diterima dan ketika ia meminta izin tidak diizinkan, dikatakan kepadanya: kembalilah ke tempat engkau datang. Maka ia terbit dari arah barat. Demikianlah firman Allah Ta’ala: « dan matahari berjalan menuju tempat menetapnya. Yang demikian adalah ketetapan dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui » (Q.S Yaasin ayat 38 » (H.R al-Bukhari).

☝️ Jadi, dijelaskan dalam al-Quran bahwa matahari berjalan dari timur ke barat. Itu terjadi setiap hari. Ia kembali ke tempat menetapnya, di bawah ‘Arsy saat ia terbenam. Sebelumnya ia meminta izin kepada Allah dan diizinkan. Demikian berlangsung setiap hari, kemudian ia terbit dari arah sebelumnya (timur). Kecuali pada hari kiamat, Allah tidak izinkan matahari terbit dari arah timur, maka ia terbit dari arah barat.

🔰 Sesungguhnya matahari berjalan dengan cepat. Namun karena jarak bumi dengan matahari yang demikian jauhnya, seakan-akan perjalanan itu lambat. Seperti saat kita melihat pesawat terbang di udara, kita melihatnya seakan-akan kecepatannya biasa atau lambat. Padahal bagi yang mengemudikannya akan tahu bahwa kecepatannya luar biasa. Hanya saja terlihat dari permukaan bumi kecepatannya tidak seperti kecepatan yang semestinya karena jauhnya jarak.

✅ Allah menyebutkan dalam ayat ini bahwa peredaran matahari itu telah diatur oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Tidak ada satu pihakpun selain Allah yang mampu melakukannya. Kemahaperkasaan Allah itu menyebabkan tidak ada satupun pihak lain yang bisa mengubah pengaturan itu, atau menghambat dan menghalanginya sehingga tidak tepat waktu. Atau bahkan merubah arah berjalannya matahari sehingga bukan dari Timur ke Barat tapi dari Barat ke Timur.

🌷 Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menantang raja yang kafir lagi sombong: bisakah engkau merubah arah perjalanan matahari menjadi dari barat? Maka raja itupun terdiam. Padahal sebelumnya ia merasa bangga seakan-akan dia punya kemampuan seperti Tuhan karena mampu menghidupkan dan mematikan. Ia mampu memberi maaf seseorang yang divonis mendapat hukuman mati, itu dianggap menghidupkan, dan ia bisa membunuh seseorang yang lain atas perintahnya, yang itu dianggap mematikan. Tapi giliran merubah arah perjalanan matahari, ia tidak bisa menjawab apa-apa, terdiam dalam kehinaannya.
  
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آَتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

🍃 Tidakkah engkau melihat kepada orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya, yang Allah beri kepada orang itu kekuasaan, ketika Ibrahim berkata: Tuhanku adalah yang Menghidupkan dan Mematikan. Orang itu berkata: Aku (juga bisa) menghidupkan dan mematikan. Ibrahim berkata: Sesungguhnya Allah mendatangkan matahari dari Timur, maka datangkanlah dari Barat. Maka terdiamlah orang kafir tersebut. Dan Allah tidaklah memberi petunjuk kepada kaum yang dzhalim (Q.S al-Baqoroh ayat 258).

🔖 Peredaran matahari itu telah diatur oleh Yang Maha mengetahui, sehingga benar-benar tepat presisi ukuran, jarak, arah pada dzat, gerakan, atau pancaran sinar matahari. Sehingga pergerakan itu benar-benar memberikan maslahat bagi para makhluk.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
http://telegram.me/alistiqomah
Pada 23.06.2016


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim