Tafsir Surat Yaasin Ayat 14 sd 15

✅📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-14 Surat Yaasin.

👈 إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

🍃 Arti Kalimat: ketika Kami mengutus dua utusan kepada mereka, kemudian mereka mendustakan keduanya, sehingga Kami kuatkan lagi dengan utusan ketiga dan para utusan itu berkata: Sesungguhnya kami diutus (sebagai Rasul) kepada kalian.

🔰 Dalam pembacaan ayat ini ada 2 qiroaah (cara membaca) sesuai dengan qiroah sab’ah, yaitu pada kata fa’azzaznaa. Bisa dibaca dengan tasydid pada huruf zai, juga bisa dibaca tanpa tasydid. Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir al-Jalalain.

📖 Ayat Ke-15 Surat Yaasin.

👈 قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

🍃 Arti Kalimat: Mereka (kaum itu) berkata: Tidaklah kalian kecuali manusia sama seperti kami, dan arRahmaan (Allah) tidaklah menurunkan apapun. Tidaklah kalian kecuali berdusta.

💥 Kaum itu menentang dan menganggap para Rasul itu sama dengan mereka, sama-sama manusia, bukanlah utusan Allah. Mereka menganggap bahwa kalau seandainya Allah turunkan utusanNya, maka niscaya bukan dari kalangan manusia, tapi kalangan Malaikat.

🍂 Ucapan ini sama dengan ucapan-ucapan para penentang Rasul pada umat-umat sebelum kita yang lain, yang diabadikan dalam al-Quran:

ذَلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا

🍃 Yang demikian itu karena telah datang kepada mereka para Rasul dengan membawa penjelasan-penjelasan kemudian mereka berkata: Apakah (pantas) seorang manusia memberi petunjuk kepada kita? (Q.S atTaghobuun ayat 6).

وَلَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَرًا مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ

🍃 Kalau seandainya kalian mentaati manusia juga yang sama dengan kalian, sungguh kalian telah merugi (Q.S al-Mu’minuun ayat 34).

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَى إِلا أَنْ قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَسُولا 

🍃 Dan tidaklah ada yang mencegah manusia untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk kecuali mereka berkata: Apakah Allah mengutus manusia sebagai Rasul? (Q.S al-Israa’ ayat 94).

📝 Petikan ayat-ayat tersebut yang menyebutkan sikap serupa dari para penentang dakwah Rasul yang mencemooh jika utusan Allah adalah manusia biasa, disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir.

🚨 Dalam ayat ini disebutkan bahwa para penentang dakwah Rasul itu menyatakan: arRahmaan tidaklah menurunkan apapun. Artinya, mereka mengingkari bahwa Allah (arRahmaan) menurunkan kitab dan mengutus RasulNya.

✏️ Apakah itu berarti bahwa orang-orang yang menentang dakwah para Rasul itu telah mengenal Nama Allah arRahmaan (Yang Maha Penyayang)?

🔰 Dalam hal ini ada 2 penafsiran yang disebutkan oleh al-Aluusy dalam tafsirnya Ruuhul Ma’aaniy:

▶️ Pertama, Ucapan ini menunjukkan pengakuan mereka terhadap Uluhiyyah (Allah), tapi mereka mengingkari arRisalah (diutusnya Rasul) dan mereka bertawassul kepada berhala-berhala (dalam beribadah kepada Allah, pent).

⏩ Kedua, Bisa jadi penyebutan itu adalah penghikayatan Allah terhadap ucapan mereka. Artinya, Allah tidak menukil secara persis lafadz ucapan mereka tapi menggunakan pengibaratan yang lain.

💍 Wallaahu A’lam.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
http://telegram.me/alistiqomah
Pada 12.06.2016


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim