Permisalan Tentang Penduduk Suatu Kampung Ketika Didatangi Para Rasul Namun Mereka Malah Mendustakannya

✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Ayat Ke-13 Surat Yaasin.

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

Arti Kalimat: Buatkan untuk mereka (kaum kafir Quraisy) permisalan tentang penduduk suatu kampung ketika didatangi oleh para Rasul.

Sesungguhnya pada kaum kafir Quraisy yang menentang dakwah Rasul, terdapat kesamaan dengan penduduk suatu kampung yang sebelumnya pernah didatangi beberapa Rasul.

Berikanlah permisalan kepada kaummu yang menentang dakwahmu wahai Muhammad, bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada umat sebelumnya, penduduk suatu kampung, yang mereka menentang dakwah para Rasul dan mendapatkan akibat yang buruk.

Sebagian para Ulama tafsir menyatakan bahwa kampung yang dimaksud adalah Anthokiyyah. Namun hal ini disanggah oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya ketika menafsirkan ayat ke-29 dari surat Yaasin ini.

Karena nama tempat yang bernama Anthokiyyah itu sebenarnya sudah dikenal luas, namun tidak pernah ada pemberitaan, termasuk dalam kisah-kisah Nashrani bahwa tempat itu telah dihancurkan/ dibinasakan. Sehingga bisa jadi yang dimaksud adalah tempat lain, bukan Anthokiyyah yang sudah dikenal luas tersebut.

✏️ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa kampung tersebut tidak ditentukan secara pasti namanya dalam al-Quran, sehingga tidak ada faidah untuk mencari-cari namanya. Hal yang terpenting adalah mengambil ibrah (pelajaran) dari kisah yang disampaikan dalam al-Quran tersebut.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ayat Ke-14 Surat Yaasin.

 إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

Arti Kalimat: ketika Kami mengutus dua utusan kepada mereka, kemudian mereka mendustakan keduanya, sehingga Kami kuatkan lagi dengan utusan ketiga dan para utusan itu berkata: Sesungguhnya kami diutus (sebagai Rasul) kepada kalian.

Dalam pembacaan ayat ini ada 2 qiroaah (cara membaca) sesuai dengan qiroah sab’ah, yaitu pada kata fa’azzaznaa. Bisa dibaca dengan tasydid pada huruf zai, juga bisa dibaca tanpa tasydid. Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir al-Jalalain.

Ayat Ke-15 Surat Yaasin.

قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ
Arti Kalimat: Mereka (kaum itu) berkata: Tidaklah kalian kecuali manusia sama seperti kami, dan arRahmaan (Allah) tidaklah menurunkan apapun. Tidaklah kalian kecuali berdusta.

Kaum itu menentang dan menganggap para Rasul itu sama dengan mereka, sama-sama manusia, bukanlah utusan Allah. Mereka menganggap bahwa kalau seandainya Allah turunkan utusanNya, maka niscaya bukan dari kalangan manusia, tapi kalangan Malaikat.

Ucapan ini sama dengan ucapan-ucapan para penentang Rasul pada umat-umat sebelum kita yang lain, yang diabadikan dalam al-Quran:

ذَلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا
Yang demikian itu karena telah datang kepada mereka para Rasul dengan membawa penjelasan-penjelasan kemudian mereka berkata: Apakah (pantas) seorang manusia memberi petunjuk kepada kita? (Q.S atTaghobuun ayat 6).

وَلَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَرًا مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ
Kalau seandainya kalian mentaati manusia juga yang sama dengan kalian, sungguh kalian telah merugi (Q.S al-Mu’minuun ayat 34).

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَى إِلا أَنْ قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَسُولا 
Dan tidaklah ada yang mencegah manusia untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk kecuali mereka berkata: Apakah Allah mengutus manusia sebagai Rasul? (Q.S al-Israa’ ayat 94).

Petikan ayat-ayat tersebut yang menyebutkan sikap serupa dari para penentang dakwah Rasul yang mencemooh jika utusan Allah adalah manusia biasa, disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa para penentang dakwah Rasul itu menyatakan: arRahmaan tidaklah menurunkan apapun. Artinya, mereka mengingkari bahwa Allah (arRahmaan) menurunkan kitab dan mengutus RasulNya.

✏️ Apakah itu berarti bahwa orang-orang yang menentang dakwah para Rasul itu telah mengenal Nama Allah arRahmaan (Yang Maha Penyayang)?

Dalam hal ini ada 2 penafsiran yang disebutkan oleh al-Aluusy dalam tafsirnya Ruuhul Ma’aaniy:

▶️ Pertama, Ucapan ini menunjukkan pengakuan mereka terhadap Uluhiyyah (Allah), tapi mereka mengingkari arRisalah (diutusnya Rasul) dan mereka bertawassul kepada berhala-berhala (dalam beribadah kepada Allah, pent).

⏩ Kedua, Bisa jadi penyebutan itu adalah penghikayatan Allah terhadap ucapan mereka. Artinya, Allah tidak menukil secara persis lafadz ucapan mereka tapi menggunakan pengibaratan yang lain.

Wallaahu A’lam.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ayat Ke-16 Surat Yaasin.
 قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ
Arti Kalimat: Mereka (para Rasul itu) berkata: Tuhan kami yang mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar diutus kepada kalian (sebagai Rasul).

Para Ulama’ Tafsir menjelaskan bahwa ucapan para Rasul ini dikuatkan dengan 3 penekanan (ta’kid), yaitu sumpah, kata Inna, dan lam taukid. Ucapan: Robbunaa ya’lamu itu menduduki kedudukan sumpah.
✅ Para Rasul itu menyatakan bahwa mereka benar-benar utusan Allah, kalau seandainya mereka berdusta mengaku-ngaku sebagai utusan Allah padahal bukan, pasti Allah akan menghinakan mereka dan segera menimpakan adzab kepada mereka (disarikan dari Tafsir as-Sa’di).
Sebagaimana ketika orang-orang kafir Quraisy mendustakan bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah utusan Allah dan menganggap beliau mengada-adakan kedustaan atas nama Allah, Allah memerintahkan kepada beliau untuk menyatakan: cukuplah Allah sebagai saksi bagi kita.
...قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلَا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًا هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ كَفَى بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: Jika aku mengada-adakan kedustaan atas NamaNya, maka kalian tidak akan mampu melindungi aku dari adzab Allah sedikitpun. Dan Dia Paling Mengetahui tentang apa yang kalian ucapkan (tentang al-Quran). Cukuplah Dia sebagai saksi antara aku dan kalian, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang (Q.S al-Ahqoof ayat 8).

Allah juga menjelaskan bahwa jika Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam mengada-adakan kedustaan atas nama Allah, maka Allah akan segera mengadzab beliau dan tidak ada satupun pihak yang bisa menghalangi terlaksananya adzab Allah tersebut.
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ (44) لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ (45) ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ (46) فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ (47)
Kalau seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan kedustaan ucapan atas nama Kami, sungguh Kami akan mengambilnya dengan Tangan Kanan (dengan kuat), kemudian Kami putus urat jantungnya. Maka tidak ada seorangpun dari kalian yang bisa mencegahnya (Q.S al-Haaqqah ayat 44-47).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
✍ http://telegram.me/alistiqomah
12.06.2016 & 13.06.2016
PERINGATAN! Berikut himbauan al Ustadz Abu Utsman Kharisman terkait Channel Telegram Al-Istiqomah silakan baca di link ini

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim