Sunnah Sunnah Puasa

________
🔻 Sunnah Sunnah Puasa 🔻

🔰 Disunnahkan bagi orang yang berpuasa jika datang kepada mereka orang yang mencela atau hendak menghardiknya untuk mengatakan

انا صائم
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah

فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ  (رواه البخاري، رقم 1894 ومسلم، رقم 1151)

Kalau ada seseorang yang menghardiknya atau menghinanya maka katakan kepadanya, sesungguhnya saya sedang puasa, sesungguhnya saya sedang puasa." (HR. Bukhari, no. 1894 dan  Muslim, no. 1151)

🔰Disunnahkan pula untuk makan sahur, dan disunnahkan pula untuk mengakhirkan waktu makan sahur dalam rangka mencontoh Rasulullah dan mengharap kebaikan dimana Rasulullah bersabda tentang mengakhirkan waktu sahur:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وأخروا السحور

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur.”

Dan hikmah dibalik mengakhirkan waktu makan sahur adalah menyejukkan dan menenangkan hati.
Dikarenakan jika seseorang mengakhirkan sahur akan semakin sedikit waktu dia menahan makan dan minum. Dan diakhirkan waktu sahur selama tidak dikhawatirkan terbit fajar. Namun jika seseorang khawatir akan terbit fajar, maka dia menyegerakan makan sahur. Serta disunnahkan pula menyegerakan berbuka puasa dan bergegas untuk berbuka jika matahari sudah tenggelam, berdasarkan hadits yang disebutkan diatas

🔰 Disunnahkan pula berbuka dengan kurma Rutob, kalau tidak ada maka dengan kurma biasa, jika tidak ada maka cukup dengan air. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ، فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa butir kurma basah (ruthob) sebelum mengerjakan sholat. Jika tidak ada ruthob, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada juga, beliau meminum beberapa teguk air.”

🔰 Disunnahkan berdoa ketika hendak berbuka:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Wahai Allâh! UntukMu kami berpuasa dan dengan rizki dari Mu kami berbuka. Ya Allâh ! Terimalah amalan kami ! Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

terdapat riwayat lain dalam sanad-sanadnya ada kelemahan, namun tidak mengapa seseorang untuk membaca doa ini(*)

Disana juga terdapat doa ketika hari sangat panas dan minum ketika berbuka

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

"Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki,"

✏______
(*) catatan:
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai dhaif oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud.
Namun Syaikh berpendapat boleh melafadzkan doa ini
Terkadang sebagian ulama tau itu hadits lemah namun karena banyak ulama yang berpendapat dan banyak juga atsar-atsar tersebut dihukumi boleh diamalkan.
Tetapi lebih utama bagi kita untuk mengamalkan doa-doa yang sohih dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

--------
📚Sumber:
- Syarhul Mumti' ala Zadil Mustaqni karya Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
- Teks asli kiriman dari chanel telegram:
Alfawaid min Kutubissalaf

┄┄┉┉✽̶»̶̥🌼»̶̥✽̶┉┉┄┄
Bergabunglah bersama kami di chanel telegram pada link berikut ini
📮 http://bit.ly/penuhduniailmu
💻Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  🖼 *Jendela Sunnah* 🖼
----------------------------------------------
Pada 01.06.2016

-------
(*) 📋 tambahan catatan untuk kiriman artikel terakhir yang kami upload:

Doa
ذهب الظمأ.......
Ini dibaca setelah makan atau minum saat berbuka puasa. Hal ini jelas terlihat dari makna doa tersebut

"Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan....."

Sehingga doa sebelum makan atau berbuka puasa adalah dengan membaca bismillah saja.
Berdasarkan dalil

« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » .

“Wahai anak kecil, bacalah “bismilillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.”

Dan juga hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala {بسم الله}. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi

✏ Wallahu a'lam


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim